Diskusi Kebangsaan KAHMI Badung, Waspadai Hoaks dan Perang Logika Dunia Maya

Kamis, 27 Februari 2020 : 22.51
Dosen FISIP dan Pasca Sarjana Universitas Warmadewa, AA Oka Wisnumurti (dua dari kanan), dalam Diskusi Kebangsan di ruang Kriya Gosana Lantai 3 Kantor Bupati Badung
Mangupura- Ancaman nyata dihadapi bangsa yang harus diwaspadai adalah informasi bohong hoaks dan perang logika di dunia maya sehingga masyarakat diingatkan untuk kembali kepada jati diri karakter sebagai bangsa Indonesia.

Dalam kerangka memperkuat nilai kebangsaan itulah, Majelis Daerah (MD) Korps Alumni HMI (KAHMI) menggelar diskusi bertajuk, “Membentuk Manusia Unggul Melalui Bela Negara” di ruang Kriya Gosana Lantai 3 Kantor Bupati Badung Kamis (27/2/2020).
 
Tiga narasumber dihadirkan yakni Dosen FISIP dan Pasca Sarjana Universitas Warmadewa Denpasar, Dr. AA Oka Wisnunurti, Kasat Intel Polres Badung AKP I Nyoman Sumantara mewakili Kapolres Badung, dan Perwira Penghubung Kodim 1611/Badung Mayor I Putu Suardana mewakili Dandim Badung, dengan moderator Ketua MD Kota Denpasar M. Ruslan, .

Diskusi dibuka Kepala Kesbangpol Kabupaten Badung, Nyoman Suendi. Saat membuka acara, Suendi mengungkapkan, bahwa indeks kerukunan di Kabupaten Badung menempati tertinggi di Bali. Semua itu bisa diwujudkan, karena kepemimpinan yang kuat dengan pelibatan semua elemen masyarakat.

Dalam paparannya Wisnumurti menyatakan kecintaan terhadap negara harus didengungkan terus menerus meskipun keadaan negara sedang berada di posisi aman. Pengembangan sumber daya manusia juga perlu terus ditingkatkan.

Dia mencontohkan, Perang Dunia, sejarah suku Arya di Jerman, meskipun suku kecil tetapi kuat karena memiliki prinsip manusia unggul. Kenapa Yahudi bisa  menguasai  Amerika dan Eropa, karena mereka manusia unggul demikian juga India yang juga memiliki sumber daya unggul.

Vietnam ancaman luar biasa dari sisi SDM, tenaga kerja, masyarakatnya. Demikian juga Singapura memanfaatkan gadget untuk informasi. Sepak bola Vietnam bagus Indonesia dikalahkan. Malaysia jangan ditanya.

"Malaysia belajar sama kita SDM kita luar biasa  kita sering kehabisan karakater. Seperti kalau orang Bali itu, tidak tahu kawitan," katanya mencontohkan.

Jadi, bangsa ini kehilangan karakter seperti di Bali, tak sedikit orang yang lupa kawitan, kelahiran atau sumbernya di mana.

Tantangan-tantangan dihadapi saat ini berbeda dengan tantangan masa lalu. Perang hari ini dan kedepan tidak lagi menggunakan senjata.

Sehingga masyarakat Indonesia terutama generasi muda harus kembali kepada jati diri. Wisnumurti meminta generasi milenial jangan melupakan tempat dimana lahir.

Katanya, yang harus dipelajari dari sekarang adala pasar kedepan, supaya tidak kalah saing dengan negara -negara lain.

“Perang sekarang ini bukan lagi dengan senjata, bambu runcing, tetapi otak yang taja, kecerdasan melainkan perang logika di dunia maya.  Psywar, perang melawan hoaks adalah ancaman nyata di depan kita,” tandas mantan Ketua KPU Bali, ini.

"Sekarang yang dirusak adalah mental kita, dengan serangan informasi dan komunikasi yang demikian besar masuk ruang privat, ini musuh besar kita sebagai bangsa dan negara  yang harus dihadapi bersama," tandasnya.

Maka dari itu dengan bela negara ini penting mengetahui kualitas sumber daya manusia. Ia mencontohkan teknologi informasi yang terus menerus mengalami kemajuan.

"Kita harus tahu tren pasar ke depan trennya teknologi informasi. Ketika sepakat NKRI itu artinya secara implisit mengakui perbedaan. Berhenti bicara politik identitas, sudahlah kita orang Indonesia mari saling menghormati. Jangan mau menolong orang m tanya KTP mana," seloroh mantan Ketua KPU Bali ini.

Sementara, dalam sambutannya, Ketua MD KAHMI Badung, Rohmat, menyatakan diskusi bela negara mesti terus digelorakan sebagai tantangan kebangsaan yang kian kompleks.

"Tema bela negara kami anggap penting dan relevan dengan tantanagn dihadapi bangsa ini yang mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Ali Fauzi, yang mewakili Presidium KAHMI Bali menyatakan diskursus bela negara selalu menarik menjadi wacana.

“Dalam Islam disiratkan dalam hadist hubbul wathan minam iman, bahwa cinta tanah air itu bagian dari iman,” ungkap Ali Fauzi.

Pada pertemuan yang dihadiri kalangan mahasiswa dan ormas kepemudaan itu, Kasat Intel Polres Badung AKP I Nyoman Sumantara memaparkan kehidupan yang majemuk dengan akar toleransi yang kuat merupakan bagian dari mempertahankan NKRI.

“Negara Kita Indonesia beragam, saya yang pernah bertugas di berbagai daerah, merasakan keberagaman tersebut, itu merupakan kunci dalam bela negara,” paparnya.

.Senada itu, Pahubung Kodim 1611/Badung Mayor I Putu Suardana menerangkan, sebagai anak bangsa, pemuda harus memiliki ketahanan budaya  tidak boleh meniru budaya orang lain yang negatif seperti penampilan, cara berpakaian yang kemudian itu tidak mencerminkan budaya bangsa. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi