Berperan Menjaga Kondusivitas, Gubernur Bali: Tokoh Umat Beragama Harus Dimuliakan

Selasa, 18 Februari 2020 : 06.31
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi Ketua FKUB DKI Jakarta Dede Rosyada beserta rombongan pengurus lainnya di kediaman Jaya Sabha, Denpasar/ist
Denpasar -  Tokoh agama dan umat harus mendapat tempat mulia dan dihormati karena peran mereka sangat penting dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas di masyarakat

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan hal itu saat menerima audiensi Ketua FKUB DKI Jakarta Dede Rosyada beserta rombongan pengurus lainnya di kediaman Jaya Sabha, Denpasar, Senin 17 Februari 2020.

Koster mengatakan, semua yang datang adalah tokoh-tokoh umat beragama yang harus dihormati dan dimuliakan.

“Saya selalu memberikan tempat khusus bagi tokoh umat. di tangan bapak-bapak lembaga atau kemajelisan dari semua umat ini, bisa tetap menjaga agar situasi tetap kondusif,” ujar Gubernur Koster.

Dia berkisah, saat masih tugas di Jakarta sering ‘ngayah’ di Parisadha Hindu Dharma Indonesia pusat. Aktif di keumatan sebagai tenaga pembantu. Tugasnya membawa proposal, membawa surat kalau mau membuat acara, naik bus dengan biaya sendiri.

Dunia keumatan, selain aktivitas yang dijalani memberikan kepuasan terhadap umat dan diri sendiri, juga menjadi bagian olah kerohanian, memperkuat jati diri, membangun kematangan, bisa menjadi lebih berkarakter.

"Apa yang saya lakukan adalah ketulusan, tidak pernah memandang apa-apa," tuturnya.

Jika bergelut di lembaga keumatan atau kemajelisan yang lebih tinggi lagi, dalam menjalankannya harus dengan cara terhormat dan dengan tulus ikhlas.

Setahun menjalankan tugas sebagai gubernur, tekadnya bekerja fokus, tulus, lurus untuk menjalankan tugas melayani masyarakat.  Koster masih bergelut untuk menjalankan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Visi besar itu memiliki makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera, bahagia sekala-niskala.

"Dengan menyelenggarakan pembangunan secara terpola, menyeluruh terencana, terarah dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.

Visi itu mengandung maknda mendalam sehingga Koster menjalankan itu dengan baik, Fokusnyamembangun alam, manusia dan kebudayaan Bali. Karena semua sudah berubah karena dimaika pembangunan yang berjalan cukup lama.

Bali sebagai destinasi wisata dunia harus dijaga dan ditata dengan baik agar pariwisata Bali bisa berkelanjutan. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan dalam melaksanakan pembangunan terlebih di Bali sebagai daerah tujuan wisatawan dunia.

"Kita harus hati-hati dalam membuat kebijakan dan menjalankan pembangunan. Saya selalu melibatkan FKUB Provinsi Bali dalam mengambil kebijakan dan menjalankan pemerintahan terlebih untuk membahas yang berkaitan dengan umat,” ungkapnya.

Ketua FKUB DKI Jakarta Dede Rosyada menyampaikan, kedatangannya ke Bali ingin berdiskusi dengan FKUB Provinsi Bali. Terlebih, Bali dinilai lebih baik kerukunannya dibanding Jakarta.

“Kami ingin belajar bagaimana Bali bisa terkenal akan kerukunan umatnya. Bagaimana masyarakat kita di Jakarta bisa menerima perbedaan agar kerukunan umat beragama bisa tetap terjaga dengan baik. Hal ini yang kita inginkan di Jakarta dengan kemajemukannya,” ujarnya.

Jakarta ingin mencoba bisa menjadi destinasi wisata, ini yang diharapkan Gubernur DKI Jakarta.

"Selama ini Jakarta hanya menjadi pusat bisnis dan pemerintahan saja," imbuh Rosyada. (rhm)

Rekomendasi