Wisatawan Banyak Berlibur di Bali dan Jatim, Konsumsi Avtur Melonjak

Kamis, 09 Januari 2020 : 06.42
Surabaya - Musim liburan panjang sejak hari Natal hingga Tahun Baru 2020 yang dimanfaatkan warga berlibur di Bali dan daerah wisata lainnya di Jawa Timur mendorong peningkatan konsumsi Avtur pesawat terbang.

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara mencatat kenaikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Avtur sebesar 5% selama periode Satgas Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina MOR V Rustam dalam siaran pers, menyebutkan, kenaikan tertinggi terjadi di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Tambolaka sebesar 84,7% dari rata-rata normal harian atau sebanyak 7 KL/hari dari rata-rata normal 4 KL/hari.

“Sales Avtur tertinggi di wilayah MOR V terjadi pada tanggal 26 Desember 2019 puncaknya mencapai 4.236 KL/hari atau meningkat 16,8% dari rata-rata normal harian sebesar 3.650 KL/hari”, ujar Rustam,Selasa 8 Januari 2020.

Rata-rata konsumsi Avtur di wilayah Pertamina MOR V dari 1 Desember hingga 30 Desember 2019 mencapai 3.838 KL/hari atau meningkat 5,1% dari rata-rata normal harian sebesar 3.650 KL/hari.

Rustam menjelaskan. penambahan frekuensi penerbangan di beberapa bandara dan meningkatnya jumlah masyarakat yang berlibur ke Jawa Timur dan Bali menjadi salah satu faktor pemicu peningkatan konsumsi Avtur.

Kenaikan konsumsi Avtur terjadi di Jawa Timur, khususnya di Bandara Juanda Surabaya dan Blimbingsari Banyuwangi masing-masing sebesar 12,3% dan 10,5%.

“Di Juanda, konsumsi selama masa satgas kemarin sebesar 1090 KL/hari dari rata-rata normal 970 KL/hari, sementara di Blimbingsari Banyuwangi meningkat menjadi 8KL/hari dari rata-rata normal 7 KL/hari”, ujar Rustam.

Sementara, Bandara Abdurahman Saleh Malang dan Iswahyudi Madiun, terjadi penurunan masing-masing sebesar 0,5% dan 13%.

Konsumsi Avtur di Bali dan Lombok, khususnya di Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Lombok mengalami peningkatan konsumsi Avtur masing-masing sebesar 1,5% dan 4,2% di kedua bandara tersebut.

Dikatakan Rustam, puncak tertinggi dari sales di kedua bandara tersebut masing-masing adalah pada tanggal 27 dan 28 Desember dimana Ngurah Rai terjadi peningkatan konsumsi Avtur sebesar 15% dari rata-rata normal atau 2757 KL/hari dan 29% dari rata-rata normal atau 84 KL/hari di Bandara Internasional Lombok.

Peningkatan konsumsi Avtur ini diyakini karena datangnya turis lokal maupun mancanegara selama musim libur natal dan tahun baru kemarin

Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Bandara El Tari Kupang, Tambolaka, dan Komodo terdapat peningkatan yang cukup signifikan, yakni 46,6%, 84,7%, dan 13,5% untuk ketiga bandara tersebut.

“Pada puncaknya, konsumsi Avtur di bandara El Tari Kupang mencapai 112% dari rata-rata normal, hal ini terjadi pada 20 Desember lalu, bandara Tambolaka mencapai 174% dari rata-rata normal pada 29 Desember lalu, dan 103% untuk bandara Komodo pada 22 Desember lalu," demikian Rustam. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi