Wagub Bali Minta Pemetaan Kawasan Suci Pura Agung Besakih

Jumat, 24 Januari 2020 : 06.28
Wagub Bali Cok Ace saat melakukan persembahyangan bersama di Pura Agung Besakih Karangasem/ist
Karangasem - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati meminta dilakukannya kembali pemetaan kawasan suci Pura Agung Besakih di Kabupaten Karangasem.

"Tiga tahun terbentuknya badan oprasional, sudah membuktikan bagaimana berkembangnya dan tertata-nya kawasan Pura Besakih," ucap Cok Ace dalam sembrama wacana saat Persembahyangan Hari Suci Siwalatri di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Kamis (23/1/2020) malam.

Keberadaan Pura Agung Besakih yang dikelola sejak 2017, bisa memberikan manfaat bagi pura, masyarakat desa hingga pemerintah kabupaten.

Pemanfaatan dana yang ada, juga berarti pemasukan APBD Karangasem, bisa ditujukan untuk memperbaiki infrastruktur. Juga untuk pendapatan desa adat besakih. Dia mengajak agar pengelolaan dilakukan secara bersama-sama dengan baik.

"Apa yang sudah berjalan, harap dijalankan dengan baik. Dipetakan lagi kawasan suci dan kawasan yang bisa dikunjungi wisatawan, sehingga ke depan makin baik lagi," harapnya.

Cok Ace, sapaannya, berterima kasih atas kerja keras semua pihak, khususnya badan operasional Pura Agung Besakih yang telah menunjukkan hasil kerja yang baik.

Persembahyangan dirangkaikan penandatanganan dan penyerahan perjanjian kerja sama serta dana dari manajemen operasional Pura Agung Besakih kepada Pemkab Karangasem dan Desa Adat Besakih, di Bale Pesandekan Pura Agung Besakih.

Terkait peringatan Hari Siwalatri, Wagub Cok Ace menekankan hari paling gelap dalam satu tahun tersebut merupakan momen untuk memohon karunia kepada Ida Hyang Widhi Wasa.

"Sekaligus introspeksi tujuh penyebab kemabukan manusia, yakni Penampilan, harta, kepandaian, kebangsawanan/kasta/jabatan, kekuatan, minuman memabukkan, kemenangan," urainya.

Ketua Manajer Operasional Objek Pura Agung Besakih Jro Mangku Ngawit melaporkan, secara umum pengelolaan Pura Agung Besakih sudah cukup baik.

"Hal ini terutama terlihat dari pengelolaan kebersihaan hingga keamanan, juga pelayanan kepada pemedek serta wisatawan terus meningkat," Tandas Mangku Ngawit.

Sejak dijalankan mulai tahun 2017, tim oprasional Pura Besakih kini di tahun 2019 mencatatkan kunjungan wisatawan rata-rata 650 orang per hari dan terus meningkat.

"Kalau sebelumnya rata-rata hanya 200 orang per hari," Katanya lagi. Sedangkan, wisatawan yang berkunjung didominasi wisman asal negara Eropa seperti Prancis, Spanyol, Jerman dan disusul Rusia.

Tahun 2019, Jro Ngawit menuturkan, badan operasional besakih mendapatkan laba bersih sebesar 3 Miliar 685 juta rupiah lebih yang akan dibagikan sejumlah 50 persen ke Pura Agung Besakih, 25 persen ke desa adat Besakih dan 25 persen ke pemkab Karangasem.

"Ini perkembangan signifikan karena sebelum ada badan operasional, pendapatan nyaris tidak ada," jelasnya. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi