Tahun 2019 Tanah Lot Dikunjungi 2,7 Juta Wisatawan

Senin, 06 Januari 2020 : 23.01
DTW Tanah Lot di tabanan, Bali tahun 2019 dikunjungi 2.797.216 orang wisatawan
Tabanan - Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot andalan Kabupaten Tabanan, Bali yang berlokasi di Desa Beraban, Kecamatan Kediri sepanjang tahun 2019 dikunjungi wisatawan sejumlah 2.797.216 orang wisatawan manca negara dan nusantara.

Jumlah kunjungan tersebut mengalami penurunan sekitar 16 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan tahun sebelumnya yang mencapai jumlah 3.335.822 orang wisatawan.

"Jumlah kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot sepanjnag tahun 2019 mengalami penurunan sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Humas DTW Tanah Lot Kadek Suarniti saat dikonfirmasi, Senin (6/1/2020).

Kadek Suarniti yang akrab dipanggil dengan nama Jero Niti ini, menambahkan target kunjungan wisatawan ke Tanah Lot tahun 2019 sejumlah 3.070.000 orang wisatawan, meningkat 58.987 orang sekitar 1,9 persen dari target tahun 2018 sejumlah 3.011.013 orang wisatawan.

"Target tahun 2019 tersebut tidak tercapai karena sampai akhir Desember 2019 ternyata jumlah kunjungannya 2.797.216 wisatawan. Pada tahun sebelumnya yakni 2018 target kunjungan 3.011.013 wisatawan sudah tercapai pada bulan November, sebulan sebelum tutup tahun," katanya berterus-terang.

Menurut Jero Niti, berdasarkan data kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot sejak tahun 2016 cenderung mengalami penurunan meski pihaknya sudah maksimal melakukan berbagai hal.

Baik itu peningkatan fasilitas dan infra struktur maupun hal-hal lainnya demi keamanan dan kenyamanan wisatawan di Tanah Lot. "Kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot tahun 2016 sebanyak 3.525.336 orang wisatawan. Tahun-tahun berikutnya jumlahnya cenderung turun," katanya.

Disebutkan, penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot banyak faktor yang mempengaruhi. Pihaknya menduga penyebab faktor eksternal yang lebih berpengaruh dibanding faktor internal.

Pihaknya menduga, penuruan wisatawan ke DTW Tanah Lot tahun 2019 lalu karena masih adanya pengaruh kasus wisatawan Tiongkok tahun 2018, isu teroris, masih mahalnya harga tiket pesawat dan adanya Pemilu pemilihan presiden di Indonesia tahun 2019 lalu.

"Mungkin juga disebabkan karena faktor kondisi ekonomi yang kurang mendukung," duganya. (gus)
Bagikan Artikel

Rekomendasi