Selama 2019, Bandara Ngurah Rai Layani 24,1 Juta Penumpang

Selasa, 07 Januari 2020 : 02.00
Badung – Selama tahun 2019 Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani 24.169.561 penumpang atau naik 2% dibanding capaian tahun 2018.

Mengawali tahun 2020, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali merilis data statistik Lalu Lintas Angkutan Udara (LLAU) tahun operasional 2019.

Data yang dirilis Senin (6/1/2020) mencakup jumlah pergerakan pesawat udara serta jumlah penumpang selama periode pencatatan di 12 bulan berjalan di tahun 2019.

Selama pencatatan di tahun 2019 lalu, tercatat sebanyak 155 ribu pergerakan pesawat udara serta 24 juta penumpang keluar masuk Bali melalui jalur udara.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado menjelaskan, angka pergerakan pesawat udara, dengan catatan sejumlah 155.334 pergerakan di tahun 2019.

Jika dibandingkan dengan pencatatan di tahun 2018 dengan 162.623 pergerakan, maka terdapat penurunan jumlah pergerakan pesawat udara sebanyak 7.289 pergerakan, atau turun sebesar 4%.

"Sedangkan jumlah penumpang, dengan total 24.169.561 penumpang yang terlayani di tahun 2019, maka terdapat pertumbuhan sebesar 390.383 penumpang, atau naik 2% jika dibanding dengan catatan di tahun 2018," sebutnya.

Karena itu, mewakili manajemen, pihaknya bersyukur dapat mempertahankan capaian di tahun lalu, bahkan melebihi.

"Untuk catatan jumlah penumpang, kami sangat bersyukur, karena di saat banyak bandar udara lain yang mengalami penurunan jumlah penumpang, catatan kami masih menunjukkan trend positif di tahun 2019," sambungnya.

Dari total 24 juta penumpang, rute internasional kembali mengungguli rute domestik. Dengan perbandingan 13,89 juta penumpang dari rute internasional berbanding 10,28 juta penumpang dari rute domestik, proporsi perbandingan jumlah penumpang di tahun 2019 adalah 57% berbanding 43%.

Pembagian proporsi penumpang berdasarkan rute di tahun 2019 ini mengulangi catatan di tahun 2018 lalu, di mana proporsinya adalah 57% untuk penumpang rute internasional, serta 43% untuk rute domestik.

"Catatan ini kembali menegaskan bahwa daya tarik Bali tetap kuat,” lanjut Herry. Catatan jumlah penumpang selama tahun 2019 tersebut juga semakin menegaskan tingkat pertumbuhan penumpang selama 5 tahun terakhir.

Selama 5 tahun terakhir, tercatat jumlah penumpang yang terlayani secara konstan terus mengalami pertumbuhan. Tingkat pertumbuhan tertinggi dialami pada tahun 2016, di mana terdapat pertumbuhan sebesar 2,87 juta penumpang atau tumbuh sebesar 16,8% dari tahun 2015.

Jika dirata-rata, tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan selama 5 tahun terakhir mencapai 9%.

“Selama 5 tahun terakhir kami mencatatkan tingkat pertumbuhan yang stabil. Nah, daya tampung maksimal bandar udara ini mencapai 24 juta penumpang, di mana sudah tercapai di tahun 2019," demikian Herry. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi