Razia di Pelabuhan Benoa, Petugas Sita Sajam dan Tengkorak Rusa

Sabtu, 04 Januari 2020 : 23.30
Petugas gabungan mengamankan senjata tajam dari penumpang kapal di Pelabuhan Benoa, Denpasar/ist
Denpasar – Petugas mengamankan dua buah senjata tajam dan sebuah tengkorak rusa saat digelr razia gabungan terhadap penumpang kapal di Pelabuhan Benoa, Bali.

Mengantisipasi penduduk pendatang (duktang) secara illegal di wilayah Kota Denpasar, Tim Gabungan yang terdiri atas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, Sat Pol PP, TNI/Polri, menggelar sidak menyasar Pelabuhan Benoa, Sabtu (4/1/2020).

Sidak kali ini mengantisipasi arus balik pasca libur panjang Hari Raya dan Tahun Baru 2020.

Pelabuhan Benoa karena karena merupakan pintu masuk ke Kota Denpasar dari jalur laut, saat bersamaan juga bersandar Kapal Penumpang KM. Leuser yang melayani rute Indonesia Timur membawa sedikitnya 538 penumpang (237 turun di Pelabuhan Benoa dan 301 melanjutkan perjalanan).

Dari penertiban, diamankan sebanyak 2 orang tidak membawa identitas kependudukan, 2 penumpang membawa senjata tajam (samurai, badik, serta cerurit), dan 1 orang penumpang membawa tiga tengkorak kepala rusa.

Kadis Dukcapil Kota Denpasar, I Dewa Gede Juli Artabrata didampingi Kabid Pendataan Penduduk Disdukcapil Kota Denpasar, Ni Luh Lely Sriadi mengatakan razia bertujuan pendataan penduduk sebelum atau pasca arus balik libur panjang.

"Sidak juga akan dilaksanakan hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai upaya pemetaan jumlah penduduk,” jelasnya.

Selain pengendalian penduduk di Kota Denpasar, kegiatan ini juga salah satu upaya untuk mensosialisasikan kepada penduduk pendatang bahwa E-KTP itu sangat penting.

Pihaknya telah mensosialisasikan kepada pihak-pihak yang melayani jasa penyebrangan untuk menghimbau penumpangnya untuk melengkapi diri dengan E-KTP.

“Untuk itu saya imbau agar semua penduduk kemanapun tujuannya harus membawa E-KTP, dan kepada seluruh pelabuhan agar ikut mensosialisasikan tertib administrasi kependudukan dari keberangkatan,” imbaunya.

Dari hasil sidak tersebut pihaknya mengaku akan menyerahkan ke pihak terkait untuk langkah lebih lanjut.

Untuk penumpang tanpa identitas akan diserahkan ke Satpol PP, untuk penumpang kedapatan membawa sajam akan diserahkan ke pihak kepolisian dan untuk penumpang yang membawa tengkorak kepala rusa akan dikoordinasikan dengan pihak BKSDA.

Seorang penumpang, Abu Bakar (52) mengaku senjata jam berupa samurai, badik, celurit serta pisau, rencananya akan diperjualbelikan. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi