Putri Koster Ingatkan Masyarakat Jangan Terkotak oleh SARA

Rabu, 08 Januari 2020 : 02.30
Ketua TP PKK Bali Putri Koster (kanan) saat menghadiri perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 di Gedung Kerta Sabha, Denpasar/ist
Denpasar - Masyarakat hendaknya hidup berdampingan secara harmonis satu sama lain jangan sampai terkotak-kotak atau tersekat-sekat oleh karena perbedanaan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) karena hal itu bisa mengancam keutuhan NKRI.

Untuk itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengajak kaum perempuan bersinergi membangun Bali tanpa sekat suku dan agama. Ajakan itu diutarakannya saat menghadiri perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 yang digelar Wanita Terpuji di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Senin (7/1/2020).

Menurut Putri, tanpa memandang suku dan agama, mereka yang tinggal dan menetap di Pulau Dewata adalah orang Bali. "Jadi orang Bali itu bukan hanya mereka yang lahir di Bali dan beragama Hindu. Tidak begitu," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mengajak semua yang tinggal di Bali, khususnya komunitas Wanita Terpuji berbuat sesuatu untuk kedamaian, kesejahteraan dan kemajuan Bali.

Ia mengingatkan, agar masyarakat tidak tersekat-sekat dan terkotak-kotak oleh perbedaan suku dan agama. Sebab hal itu akan menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Pihaknya kembali mengingatkan dua persoalan serius yang dihadapi daerah Bali. Yaitu, sampah dan penyalahgunaan narkoba. Persoalan sampah yang belakangan mencuat sebagai akumulasi dari pola pengelolaan sampah yang belum tuntas di sumbernya.

Sebagian orang ingin rumahnya bersih, namun mereka memindahkan sampah ke tempat lain. Oleh karena itu, Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster melakukan terobosan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Untuk menyukseskan program ini, Putri mengajak perempuan terpuji ikut andil dan ambil bagian dengan menggalakkan pengolahan sampah di sumbernya. "Bila pola ini bisa kita lakukan mulai sekarang, maka kita akan mewariskan hal yang sangat baik pada anak cucu," imbuhnya.

Tak kalah pentingnya, persoalan penyalahgunaan narkoba yang menyasar generasi muda. Bila tak diantisipasi, ia khawatir Bali akan kehilangan satu generasi. Untuk itu ia mendorong peran perempuan agar meningkatkan peran dalam membentengi keluarga dari pengaruh narkoba.

Pendeta Putu Oka Girsang dalam kotbahnya mengajak seluruh kaum perempuan menjadi perempuan terpuji. Terpuji adalah singkatan dari Pakut pada Tuhan, Empati, Rajin, Produktif, Unggul, Jeli dan Inspiratif.

"Jadi terpuji di sini bukan gila untuk dipuji, namun ada maknanya," tandasnya.

Sebagai kado perayaan Natal dan Tahun Baru, Ny. Putri Koster mempersembahkan sebuah puisi berjudul 'Sumpah Kumbakarna'. Perayaan Natal dan Tahun Baru oleh Wanita Terpuji ditandai penyalaan lilin oleh Putri dan perwakilan jemaat. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi