Puri Kediri di Tabanan Terima Sertifikat Nasional Warisan Budaya Tak Benda

Minggu, 19 Januari 2020 : 22.13
Kadis Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Supanji (kiri) menyerahkan sertifikat WBTB kepada Pengelingsir Puri Kediri
Tabanan - Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Supanji menyerahkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia untuk "Tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah" kepada Pengelingsir Puri Kediri, AA., Ngurah Anom Widnyana di Puri Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, Minggu (19/1/2020).

Ngurah Panji seusai penyerahan sertifikat mengungkapkan, tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah yang dilaksanakan Puri Kediri bersama Desa Adat Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan setiap enam bulan sekali saat Hari Raya Kuningan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

"Penetapan tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah ini sekaligus jadi yang pertama di Kabupaten Tabanan untuk warisan budaya tak benda yang diakui secara nasional saat ini," katanya.

Menurut Supanji, proses penetapan tradisi atau ritual Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia prosesnya cukup lama.

Berawal dari konvensi di UNESCO yang menghasilkan bahwa semua negara diwajibkan untuk mencatatkan warisan budaya di negaranya masing-masing.

Terkait hal itu, kemudian di Indonesia lantas mencatatkan warisann budaya yang ada di daerah masing-masing, baik berupa benda maupun tak benda.

Khusus di Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kebudayaan Tabanan lalu mengusulkan untuk mendapatkan pengakuan sekaligus pencatatan WBTB, yakni ritual atau tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah di Kecamatan Kediri.

“Proses pengusulan ini melalui sepuluh tingkatan. Diantaranya, mencatatakannya di Register Nasional (Regnas) Kementrian dan Kebudayaan RI, penyiapan berkas, penelitian dari tim ahli, sidang penetapan hingga sampai ke apreasi penetapan,” paparnya.

Supanji menambahkan, semua proses pengusulan itu butuh waktu, dan proses tersebut pihaknya banyak dibantu oleh sejumlah Tokoh Puri dan masyarakat di Kecamatan Kediri.

Katanya, hingga kemudian Tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah ini berhasil ditetapkan sebagai WBTB, sekaligus ini merupakan jadi yang pertama sebagai warisan yang diakui secara nasional melalui pemerintah Kabupaten Tabanan saat ini.

Disebutkan, setelah mengantongi sebagai WBTB, artinya tradisi Tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah ini mendapat pengakuan secara nasional bahwa ritual ini adalah warisan budaya dari leluhur di masa lalu untuk diwariskan ke pada generasi yang akan datang.

Bercermin dari itu manfaat yang didapat adalah ada peningkatan keyakinan ke pada Tuhan Yang Maha Esa, ada rasa kegotong royongan, peningkatan keakraban dan keeratan dari masyarakat dan termasuk pelestarian melalui pendidikan di sekolah.

“Kami berharap agar pasca mengantongi WBTB bisa disosialisasikan. Salah satunya, kami akan lakukan sosialisasi ditingkat pendidikan, baik ditingkat formal maupun non formal,” tegasnya.

Terkait diterimanya Sertifikat WBTB tersebut, AA.Ngurah Anom Widnyana sangat menyambut positip karena dengan adanya pengakuan ini maka tradisi ngerebeg ini diakui secara nasional dan secara tidak langsung merupakan tradisi yang harus dan wajib dilestarikan pada generasi berikutnya.

Menurut Ngurah Anom Widnyana, Keris Ki Baru Gajah yang ditempatkan (dilinggihkan) di Puri Kediri merupakan panugrahan dari Ida Dang Hyang Dwijendra.

Setiap Hari Raya Kuningan yang juga bertepatan dengan puja wali di Pura Luhur Pekendungan, Keris Ki Baru Gajah ini diiring menuju Pura Luhur Pekendungan atau yang dikenal dengan tradisi ngerebeg.

"Hal itu sekaligus mencerminkan bahwa Keris Ki Baru Gajah ini bisa dibilang sebagai media, saat umat mengeturkan sembah bakti kepada Dang Hyang Dwijendra. Selain itu, keris itu juga berfungsi sebagai penangluk merana atau penolak bala dari Dang Hyang Dwijendra kepada umat," pungkasnya. (gus)

Rekomendasi