Produk UMK Denpasar Perlu Terus Dipromosikan ke Pasar Afrika

Kamis, 16 Januari 2020 : 16.21
Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menerima Dubes RI untuk Zimbabwe Dewa Made Juniarta Sastrawan
Denpasar - Pasar Afrika seperti Zimbabwe cukup potensial untuk produk-produk UMK asal Bali sehingga ke depan perlu terus dipromosikan. Terlebih Kerja sama dalam bidang budaya dan ekonomi kreatif menunjang ekonomi serta pariwisata mulai datang negara Afrika.

Duta Besar RI untuk Zimbabwe, Dewa Made Juniarta Sastrawan hadir di Pemkot Denpasar, diterima langsung Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, serta OPD terkait Pemkot Denpasar, Kamis (16/1/20220).

Sastrawan mendukung promosi pembangunan masa depan lewat pembangunan tempat kreatif Dharma Negara Alaya (DNA) yang perlu dipromosikan.

Terlebih Denpasar telah melakukan kerja sama dengan Afrika yang nantinya dapat lebih memperkuat kerja sama di masa depan di negara-negara Afrika.

Keberadaan produk UKM Denpasar juga menurut Sastrawan menjadi produk global. Diharapakan produk ini dapat berkembang yang telah dimiliki program dari Wali Kkota Rai Mantra dalam balutan Orange Ekonomi Pemkot Denpasar.

Disamping itu ada program enterpreneurship yang berkembang melalui pemanfaatan bonus demografi Denpasar, sehingga yang dijual dan promosikan di Afrika tidak hanya produk tapi bagaimana proses produk itu dibuat, seperti pelatihan, pemasaran serta melalui penjualan produk kerajinan hingga pertanian yang nantinya mampu membuat Denpasar menuju Global bersama masyarakat melalui produk kreatifnya.

“Kerja sama bagaimana program yang berhasil di Kota Denpasar ini yang perlu kita promosikan terlebih saat ini dalam pengembangan pembangunan masa depan yang ada di DNA,” ujarnya,

Ia mengatakan melalui kerjasama ini dapat mampu membuat Denpasar mampu lebih maju menjadi kota Heritage dan global. Wali Kota Rai Mantra menyambut baik langkah kerja sama ini yang nantinya mampu dibahas dengan keterlibatan dan keberimbangan komunikasi.

Kerja sama antar kota dijelaskan Rai Mantra dilakukan Pemkot Denpasar. seperti dengan Kota Mossel Bay lewat kunjungan delegasi Mossel Bay di Graha Sewaka Dharma Lumintang tahun lalu di Sewaka Dharma dalam reformasi birokrasi.

Langkah ini juga telah kita teruskan bersama kepada univarsitas-universitas yang ada di Kota Denpasar. Hal ini juga tidak terlepas nantinya mampu membangun kolaborasi antara akademisi, komunitas dan Coorporate Social Responsibility (CSR) di Denpasar.

Dalam hal ini telah dibangun DNA sebagai ruang pembangunan kreatifitas anak-anak muda Denpasar, dapat dimanfaatkan akademisi, hingga komunitas.

“Membangun DNA untuk membangun kolaborasi universitas, komunitas dan CSR berkolaborasi dengan ambisi jangka panjang serta mampu menjadi pembangunan kreatifitas,” ujarnya.

Adanya DNA ini mampu menciptakan inovasi yang menantang, dengan konsep orange ekonomi yang harus di kembangkan.

Karena pertumbuhan ekonomi dunia tidak terlepas dari konsep orange ekonomi yang tidak terlepas dari orang Bali sudah mengenal konsep ini dengan melakukan sentuhan globalisasi yang mampu memberikan pertumbuhan ekonomi tanpa menghilangkan identitas Bali. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi