Pramugari yang Dirawat di BRSU Tabanan Negatif Demam Corona

Senin, 27 Januari 2020 : 12.41
Pasien suspec virus Corona (nCOV) saat dibawa ke ruang isolasi BRSU Tabanan. Minggu (26/1/2020) malam (foto: ist)
Tabanan - Seorang paramugari sebuah maskapai penerbangan suspect virus Corona (nCOV) yang dirawat di ruang isolasi Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan, Bali, setelah dilakukan evaluasi oleh dokter yang merawatnya ternyata negatif suspect nCOV.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) BRSU Tabanan dr. I Nyoman Susila. "Setelah dilakukan evaluasi ternyata bukan Suspec nCOV. Para dokter dan perawat memakai alat pelindung diri lengkap untuk jaga-jaga," ujar dr, Nyoman Susila, Senin (27/1/2020) siang.

Seperti diketahui, sebelumnya sempat viral di media sosial FB (Face Book) dan WA (Whats App) dari grup ke grup bila BRSU Tabanan merawat seorang pasien suspect nCOV alias virus Corona, Minggu (26/1/2020) malam sekitar pukul 23.00

Pasien dikirim RS Kasih Ibu Denpasar ke BRSU Tabanan karena BRSU Tabanan bersama RSU Sanglah dan RSU Sanjiwani Gianyar telah ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan regional untuk penanganan kasus virus corona.

"Ruang isolasi di RSU Sanglah penuh sehingga pasien dirujuk ke RSU Tabanan. Pasien datang semalam dan langsung kita tempatkan di ruang isolasi untuk dilakukan evaluasi. Ternyata hasilnya bukan suspec nCOV. Informasi lebih lanjut silakan hubungi Pak Kadis Kesehatan," ujar dr. Susila

Informasi yang berhasil dihimpun, pasien disebutkan mengalami demam tinggi setelah melakukan perjalanan ke Cina tanggal 24 Januari 2020 menginap semalam dan tiba kembali di Denpasar Minggu, 26 Januari 2020 pukul 08.00 Wita.

Pasien tersebut sempat mendapatkan perawatan di RS Kasih Ibu Denpasar karena mengalami demam tinggi. Dari RS Kasih Ibu pasien selanjutnya dirujuk ke RS Sanglah Denpasar karena diduga suspec nCOV.

Namun karena ruang isolasi di RS Sanglah penuh, pasien akhirnya dikirim ke BRSU Tabanan. Setelah dievaluasi ternyata bukan suspec nCOV. (gus)

Rekomendasi