Petugas Gabungan Gulung Komplotan Illegal Logging di Buleleng

Rabu, 29 Januari 2020 : 07.52
Petugas gabungan menangkap komplotan pembalakan liar di Buleleng/ist
Buleleng - Warga Desa Pangkung Paruk Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng bersama petugas meringkus para pelaku illegal logging di kawasan hutan negara Dusun Yeh Selem.

Penyergapan dilakukan terhadap warga desa berinisial Wid (46) dan anaknya Kadek A alias Gembul serta rekan-rekanya. Berawal laporan masyaraka yang dilanda kekeringan akibat penebangan hutan yang dilakukan kelompok pembalakan liar.

Informasi dihimpun dari berbagai sumber, pelaku Wid dan komplotannya telah lama melakukan pembalakan liar, namun warga enggan berkomentar banyak

Sikap warga yang enggan bicara banyak karena jika ketahuan melaporkan pelaku bersama kelompoknya tak segan-segan akan membabat pohon cengkeh milik warga tersebut.

Kepala Desa Pangkung Paruk Ketut Sudiarsana malam di TKP Dusun Yeh Selem bersama Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, dan Kapolsek Seririt Kompol Made Uder pengungkapan kasus awalnya ada laporan warga.

"Ada kegiatan pengambilan kayu sonokeling di dusun Yeh Selem jam 7 (pukul 19.00 Wita) dengan memakai sepeda motor dari tengah hutan ke lokasi," ujarnya, Senin 27 Januari malam

Saat itu, mereka bertemu pelaku lanjut dilakukan pengahadangan dengan mobil, saat mereka hendak membawa lari kayu dengan mobil. Bahkan pelaku nekat mendorong mobil yang digunakan anggota dengan mobil angkut tersebut.

"Setelah kayu diturunkan, mereka melarikan diri, kami hubungi Polsek Seririt untuk membantu mengejar pelaku kabur dan penyergapan ini atas dasar inisiatif warga kami", jelas Sudiarsana.

Dandim Buleleng yang menerima informasi dari Babinsa langsung bergerak ke TKP dan mengejar para pelaku.

Dandim Buleleng tegas akan melawan para pelaku illegal logging di wilayah teritorialnya. Pelaku penebangan kayu atau illegal logging harus ditindak dan ditangani serius, karena tidak ada izin.

“Bagi yang melanggar hukum tidak akan diberikan toleransi, untuk itu kita sebagai aparat TNI tidak akan membiarkan hal ini terjadi karena prosedur hukum itu jelas karena penebangan kayu ini akan berdampak negatif," tegasnya.

Mengingat saat musim hujan akan terjadi banjir, tanah longsor kemudian kalau musim kemarau masyarakat akan kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Pihaknya akan mengamankan aset-aset dimiliki oleh negara karena ini terjadi di wilayah Buleleng. Daalam waktu dekat ini akan patroli untuk mencari lokasi pembalakan liar itu terjadi.

"Saya yakin kita akan menemukan, karena tersangkanya sudah jelas orangnya dan terindentifikasi pelakunya", sambungnya. Dandim juga menambahkan, pembalakan ini menurut laporan masyarakat, sebenarnya sudah lama terjadi dan masyarakat pun sudah laporkan, tapi ditakut takuti.

Kata diq, selama ini, kalau ada warga melaporkan, maka pohon cengkeh mereka akan ditumbangkan, kami prihatin hutan dibalak. Berkat keresahan masyarakat sehingga mengambil inisiatif ronda setiap malam", ungkapnya.

"Untuk anggota manapun yang terlibat dalam illegal logging ini kami akan berikan sangsi", tegasnya

Setelah dilakukan penyergapan masyarakat bersama aparat TNI-Polri (Polsek Seririt), mobil pick up yang digunakan para pelaku saat kabur, 23 gelondong kayu jenis sonokeling diameter 40 centi meter x 1,5 meter serta 5 unit sepeda motor, berhasil diamankan.

Warga Pangkung Paruk yang hampir memuncak kemarahannya berhasil diredam, pasalnya sepeda motor para pelaku hendak dibakar. Lebih lanjut Dandim Windra mengungkapkan, kayu hasil jarahan pelaku akan dijual ke Desa Sumberkima Gerokgak.

Pihaknya mengerahkan Tim Gabungan Unit Intel Kodim 1609 Buleleng, Anggota Deninteldam IX Udayana serta Tim Korem 163/Wira Satya untuk mengejar pelaku utama hingga pagi hari yang berhasil kabur keluar Desa Pangkung Paruk.

Setelah dilakukan penyisiran masih terdapat puluhan gelondong kayu di luar TKP namun setelah digerebeg barang bukti dengan lebih itu berhasil dihilangkan komplotan pelaku.

Informasi warga, pelaku Wid memuluskan aksinya menyebut beberapa oknum aparat telah disogok, namun Dandim masih terus mengejar kelompok tersebut ke tengah hutan dengan mengerahkan kekuatan penuh hingga pagi. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi