Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan Imbau Pelanggan Tampung Air

Sabtu, 04 Januari 2020 : 19.01
Tim teknis PDAM Tabanan sedang melakukan perbaikan pipa transmisi air yang putus akibat tanah longsor di wilayah Kecamatan Marga, Sabtu (4/1/2020) pagi.
Tabanan - Air dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Amertha Buana Tabanan atau yang lebih populer dengan nama Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) di wilayah Perumnas Bukit Sanggulan Indah (BSI) dan sekitarnya yang sebelumnya, Jum'at (3/1/2020) sore dan Sabtu (4/1/2020) pagi sempat terhenti alirannya, Sabtu (4/1/2010) sore kembali mengalir lancar.

Meski air PDAM sudah mengalir lancar, Kasubag Humas PDAM Tabanan Wayan Agus Suanjaya mengimbau agar pelanggan PDAM, baik yang berada di Perumns BSI dan sekitarnya maupun pelanggan di wilayah lainnya agar tetap menampung air karena sewaktu-waktu air PDAM bisa terhenti mengalir akibat adanya sejumlah kendala di lapangan.

"Pelanggan kami imbau agar tetap menampung air ketika air sedang mengalir lancar karena air bisa tiba-tiba mati berhenti mengalir tanpa terduga," katanya.

Menurut Agus Suanjaya, di musim hujan ini di sejumlah wilayah di Kabupaten Tabanan rawan terjadi tanah longsor yang bisa mengakibatkan pipa aliran air milik PDAM Tabanan putus tertimpa tanah longsor dan pohon tumbang.

"Kasus terhentinya aliran air di wilayah Perumnas BSI dan sekitarnya hari ini juga karena gangguan pipa transmisi yang putus akibat tanah longsor. Kalau gangguan yang kemarin sore, karena adanya perbaikan pompa aiar dan pipa transmisi di Mata Air Dedari, Marga," jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/1/2020) sore.

Disebutkan, begitu tahu ada kendala aliran air terhenti ke pelanggan pihaknya segera menurunkan tenaga kerja untuk melakukan perbaikan agar air bisa kembali mengalir lancar ke pelanggan.

"Kami selalu siap siaga. Lebih-lebih di musim hujan ini. Begitu ada laporan gangguan aliran air kami langsung mengerahkan tenaga untuk melakukan perbaikan agar air kembali mengalir lancar," katanya.

Agus Suanjaya mengakui, untuk melakukan perbaikan gangguan tersebut memang memerlukan waktu. Lama tidaknya waktu yang diperlukan untuk perbaikan tergantung berat tidaknya kerusakan. Perbaikan bisa dilakukan satu dua jam, bisa juga sampai lebih dari enam jam.

Terkait hal itu, pihaknya selalu mengimbau kepada para pelanggan agar menampung air ketika aliran airnya lancar karena air bisa tiba-tiba mati tanpa bisa diprediksi sebelumnya akibat adanya gangguan.

Baik itu gangguan akibat matinya pompa karena aliran listrik PLN tiba-tiba mati atau akibat dari bencana alam. (gus)

Rekomendasi