Perahu Sampan Terbalik di Perairan Gianyar, Satu Korban Meninggal Ditemukan

Selasa, 07 Januari 2020 : 07.43
Gianyar - Tim SAR gabungan menemukan satu korban meninggal dalam insiden perahu sampan terbalik di Perairan Pantai Cucukan Kabupaten Gianyar Bali. Korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa itu diketahui bernama Apro Yosi.

Apro Yosi satu dari dua korban kecelakaan sampan terbalik di Perairan Pantai Cucukan Desa Medahan, Kecamatan Belahbatuh, Kabupaten Gianyar akhirnya ditemukan, Selasa (7/01/2020) pagi.

Kepala Basarnas Bali, Hari Adi Purnomo menjelaskan, jasad Apro Yosi terdampar di bibir pantai depan Hotel Rumah Luwih, Fesa Lebih, Gianyar, tepatnya pada koordinat 8°35'2.14"S-115°21'10.41"E.

"Sekitar pukul 04.45 Wita warga setempat yang melihat ada benda mencurigakan, ketika didekati ternyata jenasah dalam posisi terlentang masih mengenakan baju dan pakaian dalam," jelas Hari dalam keterangannya.

Berdasar laporan yang diterima Basarnas bahwa Apro Yosi ditemukan pada pukul 04.30 Wita. Pelapor meminta bantuan untuk mengevakuasi korban. Setibanya di lokasi, tim rescue berkoordinasi dengan unsur SAR terkait dari BPBD, PMI, Balawista, Polsek Gianyar dan masyarakat setempat.

"Akhirnya kurang lebih Pukul 05.31 Wita korban dievakuasi menuju RSUP Sanglah menggunakan ambulance milik PMI," imbuh Hari.

Sebelumnya, sebuah sampan dengan 2 orang POB terbalik dihantam ombak di Perairan Pantai Cucukan Desa Medahan, Kecamatan Belahbatuh, Kabupaten Gianyar. Kecelakaan pelayaran yang terjadi pada Minggu (5/1/2020) malam.

Dari kejadian itu, satu orang berhasil diitemukan selamat, sementara seorang lainnya masih dalam pencarian. Korban selamat bernama Jonatan Febriayanto (35) dievakuasi ke RS Kasih Ibu Gianyar untuk mendapatkan penanganan medis.

Diketahui 1 korban lainnya yang dinyatakan hilang saat itu atas nama Apro Yosi Prasetio (30) asal Jawa Tengah.

Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dengan mengerahkan RIB (Rigid Inflatable Boat) 05 dari dermaga KN SAR Arjuna di Benoa dan dibantu nelayan setempat menggunakan jukung. Sementara itu SRU darat menyisiri sepanjang bibir pantai.

Sejumlah jukung nelayan setempat juga membantu upaya pencarain. "Karena kedua korban telah ditemukan dan tidak ada lagi laporan kehilangan korban lainnya, maka pencarian kami hentikan di hari ke dua operasi SAR," demikian Hari. (rhm)

Rekomendasi