Pemancing Terseret ke Laut dari Atas Tebing Nusa Penida

Kamis, 02 Januari 2020 : 15.34
Tim SAR saat melakukan pencarian pemancing yang digulung ombak di Nusa Penida Klungkung/Basarnas Bali
Klungkung - Seorang pemancing ditemukan tak bernyawa setelah digulung ombak saat berada di tebing pantai kawasan Nusa Penida Kabupaten Klungkung, Bali. Korban diketahui bernama I Made Sulendra (40), warga Banjar Penangkidan, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida.

Dia terjatuh saat sedang memancing di atas tebing Desa Lumbangan Nusa Penida dan terseret ombak hingga menghilang, Rabu (1/1/2020) sore. Sebelum kejadian, korban bersama anak Kadek Gangga dan temannya Komang Nuaba memancing di pinggir pantai Lumbangan.

Saat asyik mancing mendadak, datang ombak tinggi menghantam tubuh korban hingga jatuh ke laut. Menurut keterangan saksi, korban berusaha berenang, namun tubuhnya tidak bisa melawan deras dan kuatnya ombak hingga tenggelam.

Kantor Basarnas Bali mendapat laporan pada pukul 16.09 Wita dari Winata personil Babinsa Desa Bunga Mekar.

Kepala Kantor Basarnas Bali, Hari Adi Purnomo langsung menggerakkan personil unit siaga SAR Nusa Penida, menggunakan jukung nelayan. Sekitar 1 jam waktu tempuh akhirnya tim SAR gabungan tiba di lokasi diduga korban terjatuh.

"Selain upaya penyisiran, Kantor Basarnas Bali juga terus berkoordinasi dengan Polsek Nusa Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar, dan Kadus Penangkidan serta masyarakat," jelas Hadi dalam keterangannya, Kamis (2/1/2020).

Pada operasi SAR hari pertama dilakukan hingga pukul 18.20 Wita belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan Sulendra.

"Pagi hari tadi tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran, ada juga tim rescue dari Benoa yang bergerak ke lokasi menggunakan Rigid Inflatanle Boat (RIB)," jelasnya.

Sebanyak 15 personil dari Basarnas, Dit Samapta Polda Bali, Polair Polres Klungkung dan dibantu warga setempat melakukan penyisiran. Area pencarian dibagi menjadi 2 SRU, dimana luas area penyisiran menggunakan RIB sekitar 3.14 NM², sementara beberapa boat warga melakukan pencarian di area seluas 2.17 NM².

Sekira pukul 15.15 Wita korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. "Saat pertama ditemukan korban terlihat di gulungan ombak, dan tim yang berada di jukung berupaya menjangkau korban," tutur Hari Adi.

Posisi ditemukannya berada di sebelah utara lokasi ia terjatuh, tepatnya koordinat 08°44' 16.63" S - 115° 27' 10.76" E, dan selanjutnya jenasah dibawa menuju ke Kristal Bay. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi