Menteri Edhy Ingin Sumsel Jadi Sentra Budidaya Perikanan

Senin, 27 Januari 2020 : 10.04
Menteri KKP Edhy Prabowo saat bertemu Gubernur Sumsesl Herman Deru/kkp
Palembang - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan akan memaksimalkan sektor perikanan budidaya di Sumatera Selatan.

Menteri Edhy menyampaikan itu saat bersilaturahmi dengan Gubernur Sumsel Herman Deru beserta Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Selatan di Griya Agung atau Rumah Dinas Gubernur Sumsel, Minggu (26/1/2020) malam.

Ada dua arahan Presiden Jokowi yakni maskimalkan budidaya dan perbaiki komunikasi dengan nelayan. "Saat mendengar budidaya saya ingat kampung halaman saya Sumatera Selatan," papar Menteri Edhy disambut tepuk tangan hadirin.

Sumsel dipilij sebagai sentra budidaya perikanan, bukan semata-semata karena Sumsel adalah kampung halamannya. Lebih dari itu, ia melihat banyak potensi di bidang perikanan di Sumatera Selatan yang belum digarap maksimal.

Kabupaten Musi Rawas misalnya, telah lama menyiapkan lahan sebagai lokasi perikanan budidaya ikan indukan serta Pulau Maspari yang rencananya akan dijadikan pusat pembenihan ikan dan udang. Menteri Edhy ingin program-program budidaya ini segera terlaksana.

Yang paling utama, ia ingin mengoptimalkan budidaya serta terus membangun komunikasi dengan stakeholder dimana pun, termasuk Sumsel. Tujuannya agar program-program di sektor kelautan dan perikanan bisa terealisasi dan dinikmati masyarakat luas.

Menteri Edhy ingin Sumsel sudah kental dengan tradisi budidaya ikan, tidak lagi mengeluhkan soal pembenihan, pembesaran, mahalnya pakan dan lainnya. Sebab ada banyak program KKP yang bisa membantu hal itu.

Semua jenis ikan bisa dibudidayakan di Sumsel. Ikan Belida sekarang sudah bisa diperbanyak, ikan baung, ikan gabus, ikan kerapu sudah bisa dibudidayakan. Tinggal kesungguhan stakeholdernya agar ikan ini terus bertambah dan terjaga keberadaanya," sambungnya.

Tak hanya budidaya, Menteri Edhy juga ingin perikanan tangkap ikut menjadi perhatian. Mengingat potensi di sektor ini juga cukup besar, seperti di wilayah Sungsang, Kabupaten Banyiasin.

Menteri Edhy ingin Sungsang menjadi Tempat Pendaratan Ikan (TPI) strategis. "Potensi ikannya bisa 700 ribu ton per tahun, jika 50 ton saja yang masuk Sumsel maka suplai aman, apalagi pasarnya sangat dekat (Palembang)," jelasnya.

Tingginya potensi ini juga dibuktikan dari tangkapan kapal-kapal di wilayah laut Riau, Bangka hingga Batam. Karena itu, Menteri Edhy berharap, TPI di Sungsang akan menjadi yang terbesar di Sumsel.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan warga Sumsel sudah sangat akrab dengan ikan dan makanan penuh protein ini, karena sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Sumsel.

Karenanya ia berharap digulirkannya program perikanan budidaya di Sumsel, baik budidaya ikan maupun udang air tawar. "Di Sumsel ini sangat tergantung dengan ikan. Bahkan, ikan busuk saja dimakan namanya "Pekasam" ini menunjukan betapa besarnya konsumsi ikan di Sumsel," ujar Deru.

Herman juga berharap ada program KKP yang digulirkan terkait pelestarian ikan-ikan kebanggaan yang ada di Sumsel seperti Ikan Baung, Ikan Belida, dan lainnya. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi