KKP Dorong Industri Perikanan Jawa Tengah Tingkatkan Produksi

Jumat, 31 Januari 2020 : 09.02
Pati - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berharap industri perikanan di Jawa Tengah bisa lebih meningkatkan produksinya dalam memenuhi permintaan ekspor.

Edhy menyampaikam hal itu saat melepas ekspor satu kontainer produk olahan udang dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah ke Jepang. Rincian produk yang dieskspor adalah nobashi black tiger dan ebi furai sebanyak 8 ton, hasil produksi PT Dua Putra Utama Makmur, Tbk.

“Dengan pelepasan ini, semoga ekspor tetap terus berlanjut dan menyumbang devisa untuk negara. Karyawannya juga bisa terus tersenyum,” ujar Menteri Edhy saat memotong pita tanda pelepasan ekspor di Pati, Jawa Tengah, Kamis (30/1/2020).

Pihaknya mendorong industri perikanan di Jawa Tengah agar hasil produksi bisa lebih ditingkatkan. Dia juga menerima dengan tangan terbuka semua masukan maupun keluhan dari pelaku industri bila mengalami hambatan dalam menjalankan usaha.

Kata dia, terpenting, perusahaan harus menjalankan tugas sesuai prosedur dan aturan yang ada. KKP ingin memperbaiki birokrasi yang menghambat pertumbuhan ekonomi.

Dorongan bagi pelaku industri perikanan perlu karena selain menyerap tenaga kerja, majunya sektor industri ini akan berdampak pada pendapatan asli daerah dan menyumbang devisa negara.

Menteri Edhy didampingi Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, Bupati Pati Haryanto meninjau pabrik pengolahan olahan ikan.

Produk olahan ikan yang dihasilkan cukup banyak, di antaranya iabashi vannamei, nobashi black tiger, ebi fry, ebi furai, ebi fritter, ebi katsu, ika katsu, marugoto, cuttle fish fillet, cuttle fish tentacle, matsukasa cuttle fish, dan sashimi.

Tahun lalu, perusahaan setiap bulan melepas ekspor dengan jumlah rata-rata 9 kontainer. Tujuan ekspor adalah Jepang. Berbicara mengenai ekspor, komoditas perikanan lainnya yang turut menjadi unggulan ekpor Indonesia adalah rajungan.

Merujuk data sementara dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019, nilai ekspor rajungan dan kepiting sebesar 393 juta dolar AS, dengan volume 25,9 ribu ton. Pangsa pasar rajungan mencakup Amerika Serikat, China, Malaysia, Jepang, Singapura, Prancis, hingga Inggris.

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penghasil rajungan. Hingga pertengahan Januari tahun 2020, sebanyak 161 ton rajungan asal Kabupaten Demak dan Rembang senilai Rp39,37 miliar telah berhasil diekspor dari ke Amerika Serikat dan Hongkong. (rhm)

Rekomendasi