Kepala BNPB : Tanam Vertiver untuk Kembalikan Fungsi Lahan Cegah Longsor

Minggu, 05 Januari 2020 : 20.28
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo
Bogor - Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyatakan untuk mengembalikan fungsi lahan mencegah longsor dilakukan dengan menanam vertiver. Hal itu disampaikan Doni saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo di Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/1/2020).

“Pak Doni, apa yang harus dilakukan (untuk mencegah longsor),” kata Presiden. Spontan Doni menjawab, “Kembalikan fungsi lahan dengan menanam vertiver, Pak Presiden.”

Vertiver adalah jenis tanaman yang dikenal dengan nama akar wangi atau narwastu. Tanaman ini adalah sejenis rumput yang berasal dari India. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Poaceae, dan masih sekeluarga dengan sereh atau padi.

Sekalipun berjenis rumput, tetapi memiliki akar yang menghunjam hingga kedalaman dua sampai dua-setengah meter. Tak pelak, vertiver menjadi pilihan terbaik untuk ditanam di lahan bekas HGU yang telah digunduli, tanpa reboisasi.

"Ribuan lokasi bekas HGU, pohonnya sudah ditebangi dan ditinggal begitu saja," ungkap Doni.

Bercampur kebisingan suara baling-baling helikopter, mantan Komandan Paspampres itu menyampaikan ke Presiden bahwa sisa-sisa akar pohon yang ditebang, kemudian membusuk dan saat musim hujan tiba dengan curah yang tinggi mengakibatkan rongga tanah rentan longsor.

Rumah rumah penduduk pun dengan mudah dan singkat dilumat arus lumpur longsoran yang deras. Akar wangi, atau vertiver, lanjut Doni adalah pencegah longsor terbaik.

“Bioteknologi vertiver sudah diujicoba dan mendapat pengakuan World Bank bahkan PBB. Di banyak tempat dan negara, tanaman ini sudah dikenal luas sebagai tanaman pencegah longsor,” ujar Doni, fasih.

Presiden memerintahkan Doni Monardo segera melakukan penanaman vertiver di area gundul, utamanya di lereng-lereng pegunungan. Untuk itu, Doni diminta melibatkan anggota TNI yang punya kualifikasi panjat tebing, termasuk kelompok Wanadri kelompok pendaki gunung yang memiliki keahlian mendaki.

Doni tak kalah lega. Ia pun menarik napas panjang penuh antusias. “Tahap awal saya siapkan seratus-ribu bibit akar wangi, Bapak Presiden,” ujarnya.

Doni mendapat PR agar menanam di daerah dengan tingkat kemiringan tertentu yang dalam kondisi gundul, dan rawan longsor. Doni menyebut, bukan satu-dua lokasi saja, melainkan terdapat ribuan titik rawan longsor di Tanah Air.

Itu semua diawali dengan pemberian HGU kepada perusahaan tanpa kontrol serta kewajiban menghijaukan kembali lahan HGU diabaikan dan telah digunduli semena mena.

Penggundulan itu sudah terjadi 10 hingga 20 tahun yang lalu, dan tahun-tahun ini baru berdampak longsor. Dengan adanya instruksi presiden untuk menanam akar wangi tadi, diharapkan ke depan tragedi longsor bisa dikurangi, atau bahkan dicegah sama sekali.

"Di sela-sela tanaman akar wangi, akan diseling tanaman keras seperti sukun, aren, dan alpukat. Selain punya nilai ekologis, juga punya nilai ekonomis,” ujar Doni.

Kementerian PUPR mencatat ada enam desa di Kecamatan Sukajaya yang terisolir akibat jalan akses tertutup longsor yakni Desa Kiarasari, Kiara Pandak, Urug, Cisarua, Cileuksa dan Pasir Madang.

Menteri Basuki sejak Sabtu, (4/1/2020) sesuai arahan Presiden telah mengirimkan 6 alat berat ke lokasi longsor, yaitu 6 execavator, 1 loader, dan 1 buildozer. (riz)

Rekomendasi