Jalani Pelebonan, Jenasah Mantan Wakil Jaksa Agung Sudana Dilepas Secara Militer

Sabtu, 18 Januari 2020 : 09.25
Jenasah mantan Wakil Jaksa Agung RI I Nyoman Subanda dilepas secara militer untuk kemudian menjalani Pelebon/ist
Buleleng - Jasad mantan Wakil Jaksa Agung RI tahun 1995 - 1997 dan Ketua PHDI Pusat tahun 2001- 2006, Jenazah I Nyoman Suwandha menjalani upacara perabuan secara militer yang dilanjutkan upacara Palebonan.

Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri bertindak selaku Irup dalam Upacara Perabuan secara militer yang dilanjutkan Upacara Palebonan Jenazah Almarhum I Nyoman Suwandha, sebagai mantan Wakil Jaksa Agung RI tahun 1995 - 1997 dan Ketua PHDI Pusat tahun 2001- 2006, pada Jumat (17/1) di Kel. Banjar Jawa, Kecamatan dan Kab. Buleleng.

Acara perabuan jenazah diawali upacara militer pemberangkatan jenazah dari rumah duka Jl. Gajah Mada, No. 81, Kel. Banjar Jawa, Buleleng, menuju Setra (tempat pemakaman) Buleleng dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Idianto.

Tiba di Setra Buleleng dilaksanakan Upacara Perabuan Jenazah dipimpin Kasdam IX/Udayana selaku Inspektur Upacara dengan membacakan amanat Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, menyampaikan, upacara kebesaran ini dilaksanakan sebagai penghormatan dan penghargaan pemerintah atas jasa, dharma bhakti dan pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa semasa hidupnya.

"Dengan kepergian almarhum, kita semua telah kehilangan seorang putra terbaik bangsa yang selalu memegang teguh prinsip-prinsip perjuangan demi tetap tegaknya NKRI," tegasnya.

Apa yang telah dilakukan almarhum, terutama saat mengemban tugas dengan penuh semangat dan keikhlasan, tentunya sangat bermanfaat untuk kita teladani bersama dalam melanjutkan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Disisi lain, bahwa almarhum sebagai manusia biasa, semasa hidupnya tentu tidak luput dari segala kekhilafan dan kealpaan.

Oleh karena itu, saya mengajak hadirin kiranya secara ikhlas melapangkan dada untuk memaafkan segala kekhilafan atau kesalahan almarhum semasa hidupnya yang dilakukan baik disengaja maupun tidak disengaja.

”Mari kita semua mendo’akan almarhum semoga kekhilafan dan kesalahan almarhum diampuni dan arwahnya diterima di sisiNya”, tutup Pangdam.

Pihak keluarga almarhum I Nyoman Suwandha, menyampaikan, almarhum berpulang tanggal 3 Januari 2020, sangat mengagetkan semua setelah dinyatakan dokter di Singapura bahwa penyakit kanker yang dideritanya mulai tahun 2018 sudah negatif.

Pada bulan Mei 2019 kondisi beliau berangsur-angsur semakin baik dimana sebelum kepergiannya dalam kondisi yang sehat, sudah lama kembali berjalan tanpa alat bantuan ternyata Ida Sangyang Widhi Wasa lebih sayang dan memanggil beliau kembali ke kepangkuannya.

"Kami sekeluarga menghaturkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia, seluruh jajaran Kejaksaan Agung Republik Indonesia, seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng, kerabat Desa Banjar Jawa dan seluruh keluarga besar yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu atas dukungan baik moril dan materiil selama ini dari saat berpulangnya sampai acara pengabenan ayah kami tercinta," imbuh perwakilan keluarga. (riz)

Rekomendasi