Jadikan Labuan Bajo Kawasan Industri Pariwisata, Jokowi Percepat Pembangunan Infrastruktur

Selasa, 21 Januari 2020 : 05.34
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers di Labuan Bajo, NTT/biro pers setpres
Labuan Bajo - Presiden Joko Widodo meminta pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di Kabupaten Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT) dipercepat dalam menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan industri pariwisata.

Kepala Negara menegaskan hal itu, saat meninjau perkembangan penataan kawasan Puncak Waringin di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 20 Januari 2020.

Kawasan di Labuan Bajo ini menjadi salah satu destinasi wisata prioritas yang disiapkan pemerintah dan sedang dikembangkan menjadi sebuah kawasan industri pariwisata.

Kawasan tersebut, mencakup area seluas kurang lebih 1.300 meter persegi yang akan dilengkapi dengan pusat cendera mata, amfiteater, ruang terbuka hijau, area parkir, dan dek observasi.

"Ada plasa, city walk, amfiteater, dan itu menjadi ruang publik bagi wisatawan untuk menikmati pagi maupun senja di Labuan Bajo. Saya kira semuanya masih dalam progress yang tepat waktu," sebut Presiden.

Kemudian, kawasan yang menjadi bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Komodo tersebut, akan didesain sehingga dapat menjadi sebuah creative hub yang menghubungkan produk-produk dari usaha kecil, mikro, dan menengah setempat dengan para wisatawan yang datang ke Labuan Bajo.

Selain itu, ada training-training yang berkaitan dengan pariwisata dan dengan usaha kecil serta mikro. Jadi, dalam semua hal harus ada injeksi, diberikan training, agar kemasan dan brand setiap produk itu bisa ditingkatkan.

Guna mendukung pengembangan kawasan tersebut, pemerintah sedang melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata. Di antaranya adalah pengembangan bandara yang ada di daerah tersebut.

"Dimulai awal bulan ini, awal tahun ini, nanti selesai akhir tahun baik itu perpanjangan _runway_ maupun perbaikan secara total dari terminal yang ada. Semuanya paralel berbarengan semua," sambungnya.

Pemerintah juga menyiapkan terminal multifungsi di daerah Wae Kelambu, Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang terlebih dahulu ditinjau oleh Presiden sebelum beranjak menuju kawasan Puncak Waringin.

Terminal multifungsi tersebut nantinya akan memisahkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Labuan Bajo.

Kata Jokowi, dengan dibangunnya terminal multifungsi tersebut nantinya Pelabuhan Labuan Bajo akan dikhususkan bagi kapal-kapal wisatawan yang akan bersandar dan berkunjung ke daerah itu.

"Nanti pelabuhan ini (Labuan Bajo) akan bersih dari kontainer-kontainer, ditarik dari sini ke Wae Kelambu tadi. Selesai nanti insyaallah akhir tahun ini," ujarnya saat meninjau kawasan Puncak Waringin.

Pada Juli 2019 lalu, Presiden Joko Widodo mengunjungi Labuan Bajo untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata di daerah tersebut.

Kala itu, Kepala Negara memastikan akan melakukan penataan total di daerah Labuan Bajo agar menjadi semakin menarik bagi wisatawan. Salah satu penataan tersebut ialah mengenai pelabuhan khusus logistik yang akan dipersiapkan dan dipisahkan dari aktivitas di Pelabuhan Labuan Bajo.

"Ini memang total penataannya. Pelabuhan untuk kontainer akan dipindah ke tempat lain. Di sini hanya untuk penumpang pinisi, yacht, dan cruise," ujarnya pada 10 Juli 2019.

Proyek pembangunan terminal multifungsi tersebut disiapkan untuk dapat menampung peti kemas hingga 100.000 TEUs dari sebelumnya 24.000 TEUs di Pelabuhan Labuan Bajo.

Terminal tersebut akan dilengkapi dengan sarana penunjang yang lebih lengkap dan besar seperti satu unit gudang dengan luas 1.200 meter persegi yang dapat melayani penyimpanan barang hingga kurang lebih 600.000 ton per tahun dan lain sebagainya. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi