Istana: Pesawat Rakitan Karya Haerul Layak Dikembangkan di Indonesia

Senin, 20 Januari 2020 : 22.48
Kepala Staf Kepresidenan Dr Moeldoko bersama Haerul perakit pesawat asal Pinrang, Sulawesi/KSP
Jakarta - Pihak Istana Kepresidenan memandang pesawat terbang ringan (ultra light) karya Haerul layak dikembangkan di Indonesia. Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko saat menerima kedatangan Haerul yang berkunjung ke Bina Graha Jakarta di Komplek Istana, Senin (20/1/2020).

Sang montir yang secara mandiri merakit pesawat terbang ringan (ultra light) asal Pinrang, Sulawesi Selatan datang ditemani Lurah dari tempat asalnya, tiga akademisi Unhas Dr. Bastian Jabir, Dr. Rustan Tarraka, Dr. Muhammad Syahid serta Kepala Dinas Penerangan AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto.

Moeldoko mengundang Haerul setelah mendapat laporan tentang pesawat ringan yang dirakit sendiri dari bengkel motor. Dia ingin mengetahui proses perakitan tersebut langsung dari Haerul.

Dalam penjelasannya, Haerul mengaku belajar merakit hanya dengan melihat video lewat Youtube. "Pak Haerul membuktikan pada kita bahwa banyak talenta di negeri ini yang berani dan kreatif," puji Moeldoko.

Eksperimen perakitan pesawat sudah beberapa kali dilakukan Haerul. Pada 2002 lalu, dia sempat merakit pesawat helikopter namun gagal terbang.

Meski demikian, kegagalan itu tak membuat pria kelahiran 31 Desember 1985 ini patah arang. Pada 15 Januari 2020 lalu, kerja kerasnya membuahkan hasil. Pesawat yang dirakitnya sejak tengah Oktober 2019 berhasil terbang setelah lima kali gagal tes uji coba.

Moeldoko menyatakan kekagumannya atas keberanian dan semangat pantang menyerah yang dimiliki pria yang sehari-hari bekerja sebagai montir mobil dan motor itu.

“Saya apresiasi Pak Haerul berani melakukan sesuatu. Kedua, semangat pantang menyerah yang bisa memberikan semangat kepada anak muda,” ujarnya. Karenanya, Moeldoko menilai inovasi yang dimiliki Haerul layak dikembangkan di Indonesia.

“Sebagai negara kepulauan, kita butuh pesawat ringan yang bisa efektif menjadi alat transportasi di negara kita,” tegasnya. Semangat inovasi baru yang dimiliki Haerul menurut Moeldoko selaras dengan apa yang digagas KSP dalam program Manajemen Talenta Nasional (MTN).

“Hal-hal semacam ini perlu dikumpulkan. Mencari anak anak Indonesia yang punya bakat unggulan agar mereka bisa memperjuangkan impiannya,” tegasnya. Moeldoko meminta para akademisi yang ikut dalam pertemuan tersebut terus mengawal apa yang dilakukan oleh Haerul.

Pengajar Teknik Mesin Unhas Muhammad Syahid, menyebutkan, Pemda Sulsel berjanji memberikan mesin berkapasitas 1000 cc untuk pengembangan pesawat ringan tersebut.

Sementara, Haerul mengaku sudah cukup senang bisa diakui karyanya dan diterima di Komplek Istana. "Saya membuat sendiri pesawat ini, karena saya belum pernah naik pesawat," ucap Haerul polos. (rhm)

Rekomendasi