Gubernur Ganjar: Sejengkal Tanah Air Direbut, Darah Kita Mendidih

Jumat, 10 Januari 2020 : 05.55
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji saat pengukuhan nama KRI Semarang-549/ist
Denpasar - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengobarkan semangat nasionalisme untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman terhadap kedualatan.

Ganjar menyampaikan hal itu, saat menghadiri pengukuhan nama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Semarang-594 di Dermaga Nusantara, Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Rabu (8/1) malam.

Awalnya, dia bercerita, keinginnya sejak kecil dkuatkan baju khas TNI AL yang biasa dipakai Klasi (Prajurit Strata Tamtama di TNI AL) dan baju seragam TNI AL yang menggunakan pedang.

Ia mengaku bahagia dan sangat bangga ketika sang ibu membuatkan pakaian yang diinginkannya tersebut.

"Malam ini saya sangat bangga, bisa berdiri dan hadir di atas Kapal Perang Republik Indonesia, yang bernama KRl Semarang-594 dan lebih bangga lagi kapal ini adalah produksi dalam negeri, karya anak bangsa Indonesia, luar biasa," terangnya.

Dia melanjutkan, Indoneaia harus Osean Base Oriented, tidak hanya Land Oriented, sehingga laut yang luas dan memiliki potensi luar biasa, bisa diekplorasi untuk sebesar besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia.

Ia berharap digunakannya nama kota Semarang sebagai salah satu nama Kapal Perang Republik Indonesia, bisa menambah harum kota yang juga dikenal heroik masyaraknya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Darah kita mendidih, semangat kita berkobar ketika ada pihak-pihak lain yang ingin merongrong dan merebut tanah dan tumpah darah kita walaupun itu hanya sejengkal, kita siap berikan jiwa dan raga ini," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji mengukuhkan nama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Semarang-594.

Letkol Laut (P) Pantun Ujung, sebagai komandan sekaligus pengawak pertama KRI Semarang-594, bertempat di Dermaga Nusantara, Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Rabu (8/1) malam.

Sebelumnya 21 Januari 2019 di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, Kapal buatan anak bangsa berjenis Landing Platform Dock (LPD) ini telah diserahterimakan oleh PT PAL Indonesia (Persero) kepada TNI AL untuk memperkuat Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) jajaran Koarmada I di bawah Satuan Kapal Amfibi (Satfib).

KRI Semarang-594 merupakan salah satu dari tiga kapal LPD yang dipesan TNI Angkatan Laut, dari dua unit kapal sebelumnya yaitu KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593.

Kapal tersebut memiliki fungsi untuk membantu distribusi militer baik logistik, peralatan dan perlengkapan militer, serta difungsikan sebagai Kapal Rumah Sakit untuk bantuan bencana alam.

Kasal Sukma mengatakan pemberian nama KRI yang tersemat dan menjadi nama kapal ini, diambil dari nama sebuah Kota Pelabuhan di Jawa Tengah yaitu Kota Semarang yang merupakan salah satu Kota Pelabuhan internasional di Indonesia.

"Semarang memiliki pelabuhan penting di pesisir utara Pulau Jawa sebagai pelabuhan penghubung utama perekonomian di Pulau Jawa dengan pulau-pulau lain di Indonesia," tuturnya.

Dengan dipilihnya nama Semarang untuk KRI ini, diharapkan nantinya kapal ini juga mampu untuk berperan sebagai penghubung serta menjadi sarana proyeksi kekuatan TNI dan TNI Angkatan Laut ke seluruh wilayah nusantara, serta kawasan Asia dan bahkan internasional. (rhm)

Rekomendasi