Gubernur Bali: Kita Seharusnya Bisa Lebih Mandiri Secara Ekonomi

Jumat, 03 Januari 2020 : 05.40
Gubernur Bali I Wayan Koster saat menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho/ist
Denpasar - Dengan pemerataan pembangunan yang digerakkan ekonomi kerakyatan didukung infrastuktur memadai mestinya Bali bisa lebih mandiri secara ekonomi. Gubernur Bali Wayan Koster memastikan arah pembangunan Bali di bidang ekonomi akan makin dimantapkan.

"Salah satu yang menjadi fokus utamanya adalah menyangkut pemerataan ekonomi masyarakat yang digerakan oleh faktor ekonomi kerakyatan," ujar Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (2/1/2020).

Pihaknya sudah memetakan dengan baik, apa-apa saja yang menjadi persoalan, program dan pendekatan pembangunan yang dilaukan. Karenanya, pada 2020, tinggal bagaimana apa yang sudah digariskan itu bisa realisasikan dan jalankan dengan baik.

Koster mengungkapkan alasan mengapa lebih memfokuskan kepada bidang ekonomi kerakyatan. Sebab, selama ini ekonomi kerakyatan terbukti mempunyai dampak besar dalam menggerakkan ekonomi di tingkat bawah.

Dia meyakini, Bali ini sangat bagus ekonomi rakyatnya, UMKM-nya, industri sandang dan pangannya. Ini yang akan kita dorong terus dengan ditunjang pembangunan infrastruktur yang bagus, plus konektivitas yang memadai.

"Kita harusnya bisa lebih mandiri secara ekonomi,” jelas Gubernur kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.

Kemudian, apabila yang menjadi syarat dan penunjang pertumbuhan ekonomi kerayakyatan itu direalisasikan secara serius, pihaknya optimis kesenjangan ekonomi masyarakat akan mampu dipersempit.

“Jika kita garap dengan serius dan komitmen, saya yakin kesenjangan kita di Bali akan terus menipis, pembangunan ekonomi akan semakin merata,” tandasnya lagi.

Diungkapkan, Bali mempunyai faktor modal cukup besar, yakni terkait nama Bali sebagai sebuah brand. Yang bila dikemas dengan baik akan sangat potensial untuk ‘menjual’ produk-produk lokal Pulau Dewata.

“Kita perlu identitas sendiri untuk produk-produk kita. Kita harus kedepankan hal itu agar ekonomi lebih bergerak lagi,” sambungnya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan dari perkiraan BI pertumbuhan ekonomi di Bali menunjukkan tren yang baik. Padahal secara umum ekonomi Indonesia menunjukkan potensi menurun.

Pihaknya optimis pertumbuhan ekonomi di Bali akan menguat dibandingkan tahun sebelumnya.

Begitupun tingkat inflasi di Bali akan tetap berada di bawah tingkat inflasi nasional. Ketiadaan peristiwa besar seperti periode pemilu seperti tahun lalu juga jadi indikator stabilnya ekonomi di Bali.

"Sehingga sektor utama seperti pariwisata bisa lebih baik pertumbuhannya,” tutur Trisno. Hanya saja, Trisno tetap memberikan catatan kepada beberapa faktor yang bisa saja mempengaruhi tingkat inflasi di tahun 2020.

"Tantangan kita ke depan adalah naiknya iuran BPJS hingga naiknya cukai rokok yang kemungkinan juga bisa berpengaruh kepada inflasi,” katanya mengingatkan.

Saat ini, BI sedang mengembangkan sebuah sistem dalam bentuk aplikasi yang mampu memberikan update terbaru harga-harga bahan pokok di beberapa pasar modern dan tradisional di Bali.

Dengan demikian, secara online dapat diketahui berapa harga cabai, harga ayam, dan bahan lainnya di pasar-pasar. "Kita bisa melihat update-nya setiap hari sekaligus melihat pula gejolak harga di pasar seperti apa,” demikian Trisno. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi