Geser Cina, Wisman Australia Banyak Berlibur ke Bali

Rabu, 22 Januari 2020 : 16.34
Wisman di Bandara Ngurah Rai Bali/dok.
Badung - Berdasar statistik di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali jumlah kunjungan wisatawan Cina yang selama ini mendominasi ke Bali sekarang mulai tergeser oleh wisatawan asal Australia.

Selama bulan Januari hingga Desember 2019, tercatat sebanyak 6.298.852 wisatawan dari seluruh dunia datang ke Bali melalui jalur udara.

Jika dibandingkan periode pencatatan di tahun 2018 lalu, di mana tercatat sebanyak 6.127.437 wisatawan mancanegara yang dilayani Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali, maka di tahun 2019 ini didapatkan angka pertumbuhan sebanyak 171.415 jiwa.

"Tumbuh sebesar persen," ucap General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado dalam siaran pers, Rabu (22/1/2020).

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama 2019, mengalami pertumbuhan jika dibanding dengan pencatatan di tahun 2018.

Meningkatnya jumlah penumpang tahun 2019 khususnya wisatawan mancanegara sebesar 3 persen, tentunya hal positif. Pertama, pesona dan daya tarik Bali bagi para wisatawan dunia masih sangat kuat, terbukti dengan pertumbuhan dari tahun ke tahun.

"Kedua, di saat tren penurunan penumpang dan kunjungan wisatawan mancanegara di banyak bandar udara di Indonesia, kami masih mencatatkan pertumbuhan,” lanjutnya.

Menariknya, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Cina tidak lagi menduduki puncak penyumbang wisatawan terbanyak yang datang ke Bali melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Selama pencatatan tahun 2019.

Justru sekarang, wisatawan Australia tercatat mengungguli jumlah wisatawan asal Negeri Tirai Bambu Cina. Pada tahun 2019, jumlah wisatawan berpaspor Australia yang dilayani sebanyak total 1.230.133, mengungguli turis asal Cina, dengan jumlah sebanyak 1.196.497 jiwa.

"Ada selisih sekitar 33 ribu jiwa, sedangkan posisi ketiga masih ditempati wisatawan asal India dengan jumlah 377.543 wisatawan,” terang Herry.

Sementara dibandingkan kunjungan di tahun 2018, wisatawan asal Australia tumbuh sebesar 4% di tahun 2019 ini. Demikian dengan jumlah kedatangan wisatawan berpaspor India, yang mengalami pertumbuhan sebesar 6 persen

"Berbeda dengan kedua negara tersebut, jumlah kedatangan turis asal Cina mengalami penurunan yang cukup drastis, yakni sebesar 15 persen," imbuhnya.

Pada tahun 2018 lalu jumlah wisatawan Cina sebanyak 1.380.687 jiwa, di tahun 2019 tercatat 1.230.133 wisatawan Cina yang datang ke Bali melalui bandar udara kami. "Turun sebesar 15%. Cukup drastis,” imbuh Herry.

Jadwal penerbangan reguler, saat ini Bali terhubung dengan 7 bandar udara di Australia, serta 8 bandar udara di Cina. Tujuh bandar udara di Australia tersebut adalah Bandar Udara Perth, Sydney (Kingsford Smith), Adelaide, Brisbane, Cairns, Darwin, serta Melbourne-Tullamarine.

Sehari-hari, terdapat setidaknya 23 jadwal penerbangan reguler yang menghubungkan Bali dengan ketujuh bandar udara di Australia tersebut.

Sebanyak 8 maskapai penerbangan, yaitu AirAsia, JetStar, Garuda Indonesia, Batik Air, Malindo Air, Citilink, Virgin Australia, dan Qantas, bergantian mengangkut ribuan wisatawan dari Australia setiap harinya.

Sedangkan 8 bandar udara di Cina yang terhubung dengan Bali adalah Bandar Udara Beijing Capital, Shanghai Pudong, Guangzhou Baiyun, Shenzhen Bao'an, Kunming Changshui, Xi'an Xianyang, Zhengzhou Xinzheng, serta Xiamen Gaoqi.

Setidaknya, terdapat 8 penerbangan berjadwal yang melayani para wisatawan asal Cina menuju Bali. Sehari-harinya, terdapat 6 maskapai penerbangan yang terbang reguler dari dan menuju Cina, yaitu China Eastern, China Southern, Xiamen Airlines, Lion Air, Citilink, serta Garuda Indonesia.

Harry optimis, jika melihat data bulanan, selama dua tahun terakhir ini puncak kedatangan wisatawan terjadi di rentang bulan Juni hingga September, maka tahun 2020 ini, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali akan terus meningkat.

"Di bulan Januari ini, setidaknya akan ada dua maskapai penerbangan yang membuka dua rute penerbangan internasional baru. Tentunya hal ini merupakan permulaan tahun yang sangat baik,” tutupnya. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi