Edarkan Sabu, Perempuan Kelahiran Banda Aceh Ditangkap di Bangli

Senin, 13 Januari 2020 : 17.42
Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan saat memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus narkoba/ist
Bangli - Perempuan berinisial (FYE) kelahiran Banda Aceh ditangkap tim buser Satnarkoba Polres Bangli karena diduga hendak mengedarkan narkotika jenis sanu.

Ironisnya, FYE baru saja menghirup udara segar dari penjara dua bulan lalu. Perempuan berusia 33 tahun itu, kedapatan membawa Narkotika Golongan I Jenis Sabu saat ditangkap Kamis (9/1) lalu.

Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan,menjelaskan, tersangka ditangkap di jalan Brigjen Ngurah Rai Kelurahan Bebalang Kabupaten Bangli, tepatnya di gang buntu sebelah barat sebuah mini market.

"Barang bukti diamankan berupa dua buah plastik bening yang berisi serbuk kristal yang diduga Narkotika Golongan I Jenis Sabu," tutur mantan Kapolres Mappi dalam keterangan resminya, Selasa (14/1/2020).

Barang haram itu dengan berat masing-masing 0,80 gram dan 0,05 gram. Polisi juga menyita satu buah tas pinggang merk Oakley warna abu-abu, satu buah selotip kecil bening, satu buah handphone merk Iphone 5 warna gold, Satu Buah Gunting.

"Ada satu buah buku kecil berwarna kuning yang berisi catatan pelanggan yang belum melunasi pembayaran pembelian Saabu," tuturnya.

Turut diamankan satu buah sepeda motor Yamaha Xeon warna putih dengan Nopol DK 6331 AQ, satu buah STNK sepeda motor, satu buah kunci kontak, satu bungkus kulit rokok sampoerna mild warna putih, satu lembar kertas aluminium foil, satu buah lakban warna kuning, sepuluh lembar bukti transfer Bank serta uang tunai sebesar Rp. 50.000,-.

“Dari hasil pendalaman pelaku merupakan residivis kasus serupa dan pernah menjalani hukuman di LP Karangasem selama lima tahun, namun setelah bebas selama dua bulan pelaku kembali melakukan hal yang serupa dan ditangkap di wilayah Bangli,” Kata Kapolres.

Tersangka ditangkap saat mengambil barang haram tersebut di Bebalang yang rencananya akan di bawa ke wilayah Denpasar. Pelaku berdalih melakukan hal tersebut karna tak kunjung mendapat pekerjaan sehingga pelaku nekat kembali menjual barang tersebut.

“Dari keterangan pelaku selain menjual barang tersebut juga untuk dikonsumsi sendiri, terkait asal-muasal yang bersangkutan memperoleh barang tersebut masih kami dalami,” kata Kapolres

Pelaku dijerat pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2019 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 10.000.000.000,- (seouluh milyar rupiah) atau paling sedikit Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah).

Selain itu, dia jiga dijerat pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 8.000.000.000,- (delapan milyar rupiah) atau paling sedikit Rp. 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah). (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi