Doa Bersama Agar Bali Terhindar Dampak Virus Corona

Jumat, 31 Januari 2020 : 22.44
Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa saat doa bersama
Denpasar - Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, I Putu Astawa beserta jajarannya dan asosiasi pariwisata Bali serta Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali melakukan persembahyangan bersama di Pura Luhur Candi Narmada, Denpasar, Jumat (31/1/2020).

Doa bersama dipanjatkan agar masyarakat terhindari dari wabah penyakit dan perekonomian semakin membaik. "Kami bersembahyang bersama, Nunas Ica agar cobaan wabah virus corona yang menyerang warga Wuhan, Tiongkok ini tidak berimbas ke Bali," terangnya.

Menurutnya, dalam artian agar penyebaran penyakit yang menyerang pernafasan dan mematikan itu tidak sampai terjadi di Bali. "Itu harapan dan doa kita dan sekaligus cobaan ini bisa cepat berakhir. Karena kita sangat menyadari kepariwisataan adalah tulang punggung perekonomian Bali," ucap Astawa.

Hal ini merupakan bentuk simpati kita untuk warga Tiongkok. Pihaknya berharap masalah cepat teratasi, dan masyarakat bisa beraktivitas seperri semula.

Ketua Bali Liang (Komite Tiongkok Asita Daerah Bali), Elsye Deliana yang turut hadir dalam persembahyangan tersebut mengakui jika apa yang dilakukan Dinas Pariwisata Bali beserta jajarannya dan stakeholder pariwisata adalah demi keamanan bersama.

Bukan hanya untuk travel agent semata, tetapi seluruh rakyat dan ekonomi Bali. "Meskipun saya Khatolik tapi saya datang ke persembahyangan ini demi Bali kita. Saya hadir dan berdoa supaya Tuhan melindungi Bali agar virus itu tidak sampai ke Bali," katanya.

Pihaknya dan pelaku industri lainnya juga mengalami banyak kerugian karena kondisi ini. Namun dia meyakini jika hal tersebut adalah salah satu cobaan supaya ke depan pelaku industri lebih berhati-hati berbisnis dan berperilaku di dunia pariwisata.

Ditanya terkait pembatalan turis dari Tiongkok ke Bali, disebutkan Elsye per data terakhir Rabu (29/1) terdapat sekitar 15 ribu pembatalan kunjungan ke Pulau Dewata.

"Kita masih terus mendata. Kondisi ini sangat disayangkan padahal Februari akan banyak sekali insentif grup yang akan datang ke Bali ada peserta 2 ribu, 5 ribu dan seribu peserta. Itu semua sementara sekarang dicancel," bebernya.

Kedatangan terakhir turis Tiongkok ke Bali pada 26 Januari 2020 karena per 27 Januari 2020 tidak diperbolehkan meninggalkan negaranya. Pemerintah Tiongkok berupaya mengurangi penyebaran virus corona dengan tidak memperbolehkan warganya melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Kalau tanggal 26 Januari ke Bali biasanya mereka di Bali 5 hari sampai 6 hari. Sampai tanggal 31 saya rasa sudah pulang semua. Namun ada yang sebagian masih betah di Bali mungkin karena takut kembali (ke negaranya) atau masih betah di Bali ini ada. Tapi tidak banyak," jelasnya.

Pihaknya memastikan sebagian besar turis Tiongkok yang berwisata di Pulau Seribu Pura ini sudah pulang ke daerah masing-masing. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi