Dampak Wabah Corona di Tiongkok, Pemprov Tunda Bali Kintamani Festival

Senin, 27 Januari 2020 : 13.43
Wagub Bali Cok Ace memantu wisawatan asing asal Tiongkok di Bandara Ngurah Rai/dok.
Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali memutuskan menunda perhelatan Bali Kintamani Festival 2020 menyusul merebaknya wabah virus corona di Tiongkok.

Penyebaran virus Corona di Tiongkok diantisipasi cepat oleh Pemerintah Provinsi Bali dengan langkah pembatasan penerbangan dari dan menuju Tiongkok. Langkah itu tentu saja berdampak bagi jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali.

Karenanya, sebagai rasa simpati Bali terhadap Tiongkok, Pemprov Bali melalui Wakil Gubernur Bali membuat edaran terkait penundaan pelaksanaan Bali Kintamani Festival yang rencananya dilaksanakan 8 Februari mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa mengungkapkan, penundaan ini dalam batas waktu yang tidak ditentukan.

"Tetapi kita usahakan tahun ini bisa jalan, sambil menunggu situasi di sana kondusif,” jelas Astawa kepada wartawan usai rapat dengan asosiasi pariwisata di Gedung Bali Tourism Board (BTB), Denpasar, Senin (27/1/2020).

Astawa mengaku isu virus Corona ini tentunya akan berdampak bagi perekonomian Bali yang bergantung pada sektor pariwisata. “Penurunan jumlah kunjungan wisatawan tentu akan terjadi menyusul kebijakan pemerintah Tiongkok. Akan tetapi, ini saatnya kita untuk instrospeksi diri juga,” jelasnya.

Introspeksi yang dimaksud adalah secara skala dan niskala. “Secara skala mungkin saatnya kita mulai berbenah terutama isu-isu terkait pariwisata, seperti masalah lingkungan, sampah, kemacetan dan air bersih di Bali.

Saatnya kita membenahi hal tersebut,” imbuhnya. Dia menambahkan, sudah saatnya Bali melakukan pembenahan juga di segala bidang demi menunjang pariwisata, sehingga Bali siap bersaing ke depannya.

Selain itu, ia juga mengaku perlu mengkonter berita-berita miring yang bisa merugikan citra pariwisata Bali. “Seperti berita tentang sampah, perlu kita counter itu, mengingat wisatawan terutam dari Eropa sangat konsen dengan masalah tersebut,” jelasnya.

Pihaknya mengajak masyarakat Bali untuk terus berdoa agar wabah penyakit ini bisa segera teratasi dan tidak makin parah. “Untuk itu kita juga perlu menjaga kesehatan sehingga bisa terhindar dari penyakit,” tambahnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk beberapa upaya pencegahan. Sembari menunggu keadaan di Tiongkok kondusif, Asatawa mengaku sudah saatnya juga membidik wisatawan dari negara-negara lain.

“Kita tidak bisa melupakan pasar potensial seperti Eropa, serta Australia juga yang berkontribusi besar terhadap jumlag kunjungan tiap tahunnya,” tandasnya.

Ketua Bali Tourism Board IB Agung Partha Adnyana, menjelaskan sesuai edaran yang dikeluarkan oleh Wakil Gubernur Bali, selain penundaan Bali Kintamani Festival, juga dilaksanakan beberapa langkah antisipatif.

“Kami minta pihak hotel untuk tidak mengenakan cancelation fee terhadap agen perjalanan para wisatawan Tiongkok, karena bagaimana pun ini adalah force majeure yang memang tidak dinginkan,” harapnya.

Pihak akomodasi wisata bisa memberikan keringanan berupa penundaan kepada para wisatawan yang awalnya akan menginap. "Bagi travel agent wisatawan Tiongkok yang sudah membayar down payment¸ dijelaskan dalam edaran bisa menggunakannya untuk kunjungan berikutnya,” imbuhnya.

Dia berharap permasalahan agar reda dahulu dan semua pihak untuk menghormati keputusan pemerintah Tiongkok. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi