Bupati Jembrana Minta Warga Waspadai Bencana Longsor di Musim Penghujan

Sabtu, 04 Januari 2020 : 11.01
Bupati Jembrana I Putu Artha saat mengecek kondisi peralatan kepolisian dan operasional penanggulangan bencana lainnya/ist
Jembrana - Masyarakat di Kabupaten Jembrana diminta mewaspadai ancaman tanah longsor dan banjir saat memasuki musim penghujan pada bulan Januari hingga Februari.

Bupati Jembrana Bupati Jembrana I Putu Artha mengingatkan hal itu saat Apel Gelar Kesiapan Perlengkapan/Sarpras dan Personil dalam rangka Penanggulangan Bencana Alam di Gor Kresna Jvara Lingk. Sawe Kel. Dauhwaru Kec. Jembrana, Sabtu (4/1/2020).

Apel kesiagaan dihelat didasari adanya peringatan dini BMKG dalam kurun waktu Januari 2020, agar mewaspadai potensi curah hujan tinggi, hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Bali

Karena itu, bersama Polres Jembrana melaksanakan apel siaga yang dipimpin Bupati Artha bersama Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, dan Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok.

Apel Gelar Kesiapan dihadiri Danyon Mekanis 741/GN diwakili Danki Pan C Yonmekanis 741/GN Kapten Inf Abdul Wahid, Danyon Detasemen C Brimob Gilimanuk diwakili Danki Brimob Iptu Murtayasa, para Pejabat Utama Polres Jembrana, Para Kapolsek Jajaran Polres Jembrana dan unsur lainnya.

Peserta Apel dari Basarnas dan BPBD Kab. Jembrana, Pleton SenkomJembrana serta Pleton Tagana yang keseluruhan berjumlah sekitar 400 orang.

Berdasarkan perkiraan cuaca wilayah Bali sudah memasuki musim hujan yang puncaknya diperkirakan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2020, sehingga perlu di waspadai hujan lebat dan angin kencang serta bencana lainnya.

"Terutama tanah longsor mengingat di tengah-tengah pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur sehingga rawan akan terjadinya bencana tanah longsor," ucap Bupati Jembrana

Untuk itu, diperlukan langkah-langkah proaktif, untuk membantu masyarakat yang terkena bencana, sebagaimana tugas Polri melindungi, keselamatan jiwa raga harta benda masyarakat dan lingkungan hidup, dari gangguan ketertiban atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan,.

Dalam upaya penanggulangan terjadinya bencana di Bali, sudah sepatutnya harus tanggap terhadap terjadinya bencana.

"Kita dituntut untuk siap siaga dan all out bersinergi dengan pemerintah daerah atau instansi terkait lainnya, untuk meminimalisir dan dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut," ungkapnya

Tujuan Apel pergelaran penanggulangan bencana alam ini, untuk mengetahui kesiapan petugas dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam yang ada di Bali, baik dari kesiapan personil sarana dan prasarana serta dukungan logistik lainnya. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi