BPBD Bali Siaga, Masyarakat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Minggu, 05 Januari 2020 : 15.42
Sekretaris Daerah Prov. Bali (ex officio Kepala Badan BPBD), Dewa Made Indra didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin dan Kepala Basarnas Bali Hari Adi Purnomo memimpin apel siaga/ist
Denpasar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul cuaca ekstrem memasuki musim penghujan. Diketahui, memasuki tahun 2020, akhir akhir ini Bali menghadapi bencana cuaca ekstrem.

Dampak yang timbul seperti hujan dengan intensitas tinggi, petir, gelombang pasang, tanah longsor, angin kencang hampir terjadi di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Dengan melihat kondisi itu, BPBD Bali menggelar apel siaga menghadapi bencana alam, di halaman BPBD Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Minggu (5/1/2020). Apel siaga untuk memastikan kesiapan personil, peralatan dan logistik, sarana serta prasarana yang ada.

Sekretaris Daerah Prov. Bali (ex officio Kepala Badan BPBD), Dewa Made Indra didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin, Kepala Basarnas Bali Hari Adi Purnomo memimpin kegiatan yang dihadiri 157 staf.

Indra meminta seluruh staf menjaga semangat dalam bertugas serta cepat merespon terkait kejadian bencana sebagai implementasi Code of Conduct lembaga penanggulangan bencana ini.

Ditambahkan pula bahwa Kecepatan sebagai kunci BPBD yang harus terus dipelihara bahkan ditingkatkan didalam pelayanan penanggulangan bencana.

Bencana kapan saja dapat terjadi, sehingga kerjasama antar lembaga seperti TAGANA, PMI, BMKG, BASARNAS, UPR, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan hingga BPBD Kabupaten/Kota untuk terus dipupuk dan ditingkatkan dalam kesiapsiagaan bencana.

"Tidak ada tanggal merah atau hitam, yang ada adalah tanggal hitam dalam penanggulangan bencana, karena urusan bencana urusan kita bersama, jadi harus terus siap siaga," tegas Indra.

Sebagai wujud penguatan jejaring kebencanaan, setelah apel siaga dilanjutkan dengan kunjungan ke BPBD Kabupaten Badung, BPBD Kota Denpasar dan Basarnas di Jimbaran. Secara umum seluruh lembaga sangat siap baik personil, logpal dan sarpras dalam menghadapi bencana.

Dari rangkaian kegiatan itu, Indra menghimbau seluruh masyarakat Bali untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadap cuaca ekstrem sesuai perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.

"Masyarakat diharapkan dapat melakukan upaya mandiri (evakuasi dan menghindar) jika ada potensi ancaman bencana," tuturnya. Ditambahkan juga agar selalu mengikuti update informasi yang resmi, dan hubungi call center BPBD Bali & BPBD Kab/Kota Se-Bali jika ada kebencanaan. (rhm)

Rekomendasi