BPBD Bali Perkuat Sistem Informasi Kebencanaan Berbasis Online

Kamis, 23 Januari 2020 : 06.48
Denpasar - Mengimbangi perkembangan teknologi yang kian pesat BPBD Provinsi Bali terus memperkuat Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) berbasis online.

Kepala BPBD Bali I Made Rentin mengungkapkan, kebencanaan merupakan keniscaaan yang kapanpun dapat terjadi. Berbagai langkah baik saat pra, saat dan pasca bencana berbasis teknologi menjadi kebutuhan guna mereduksi resiko bencana.

Terlebih era 4.0 menuntut terobosan inovasi teknologi, sehingga BPBD beserta stakeholder lainnya dalam penta helix punya peran penting dalam mengembangkan industri kebencanaan berbasis teknologi.

Melihat perkembangan teknologi makin pesat, Sejak tahun 2019, BPBD Provinsi Bali membangun Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) berbasis online.

"SIK dibangun awalnya sebagai jembatan data dan informasi virtual antar BPBD Kota/kabupaten dengan BPBD Provinsi Bali terutama data kejadian bencana," tuturnya bersama Kasie Pengendalian Operasi Gede Adhi Tiana Putra dalam keterangannya, Rabu 22 Januari 2020.

Aplikasi berbasis web base akan menghimpun dan menampilkan data yang termasuk bencana dan non bencana, korban, dan info grafis.

Sebagai sebuah aplikasi yang baru diterapkan, maka terus menerus disempurnakan demi kebermanfaatan dan keberlanjutannya, dilakukan evaluasi SIK di tahun 2019 serta rencana tahun 2020 di UPTD Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Bali (Pusdalops), Rabu 22 Januari 2020.

Dalam sambutannya Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali diwakili Kepala UPTD, Nyoman Petrus Surianta menyampaikan, salah satu tool bersama yang bermanfaat bagi instansi kebencanaan dan masyarakat Bali.

Tahun 2020 akan dioptimalkan berupa e-relawan,_e-logistik dan peralatan, serta penguatan database antar bidang didalam BPBD. Hasil SIK berupa launching e-relawan akan juga disampaikan dalam Rakorda yang akan dilaksanakan di Nusa Penida pada bulan April 2020.

Penyempurnaan beberapa fitur didalam SIK saat ini, akan segera dilaksanakan sehingga kedepannya dapat menjadi pelaporan bersama di masing-masing BPBD Kabupaten/Kota ke pimpinan. Made Sapta Budiarta, dari BPBD Jembrana menyampaikan

“Kami telah menggunakan SIK ini sebagai laporan resmi kebencanaan tahun 2019 ke bapak Bupati. Dari segi data lengkap, valid dan cepat. Apalagi kedepan akan dibangun e-relawan,e-logistik akan sangat membantu untuk pergerakan dilapangan.”

Proses pendampingan akan tetap dilakukan khususnya kepada operator di masing-masing BPBD Kabupaten/Kota dan akan dilaksanakan pertemuan setiap triwulan sebagai bentuk komunikasi dan evaluasi bersama.

"Diharapkan kedepannya, kehadiran SIK dapat mendukung terwujudnya pariwisata aman bencana di Bali," demikian Petrus. (rhm)

Rekomendasi