Berani Langgar Pakta Integritas, Kapolda Bali: Peserta Dikbangum Langsung Didiskualifikasi

Selasa, 21 Januari 2020 : 15.21
Denpasar - Kapolda Bali Irjen. Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengingatkan jajarannya yang tengah mengikuti seleksi Pendidikan Pengembangan Umum (Dikbangum) Polri jika melanggar sumpah dan pakta integritas langsung didiskualifikasi.

Berkaitan itu, Pimpin Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Fakta Integritas Seleksi Dikbangum Polri. Pelaksanaan seleksi Pendidikan Pengembangan Umum (Dikbangum) Polri di Polda Bali secara resmi telah dimulai.

Pelaksanaan pendidikan pengembangan yang meliputi Sespimmen, Sespimma dan SIP TA 2020 ini, diawali kegiatan pengambilan sumpah dan penandatanganan fakta integritas, yang dilaksanakan di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG) Polda Bali, Senin (20/1/2020).

Kapolda Golose langsung memimpin acara yang dihadiri Wakapolda Bali Brigjen. Pol. I Wayan Sunarta, para PJU Polda dan para Kapolres. Saat pengambilan sumpah dan pengucapan pakta integritas tersebut, baik panitia, pengawas maupun peserta berkomitmen untuk tidak terlibat korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Saya tegaskan bahwa sumpah atau fakta integritas yang sudah disampaikan, apabila kalian melanggar dan tidak menepati sumpah yang dibacakan ataupun fakta integritas yang sudah disampaikan, selain mendapatkan sanksi administrasi, sanksi moral dan sanksi pidana juga akan mendapatkan sanksi religius,” tegas Golose

Selain itu, Golose menyampaikan, dalam proses seleksi ini jangan coba-coba dengan paradigma lama, coba mendekati panitia.

“Sudah tidak jamannya lagi. Jika ada yang mencoba mendekati panitia, saya akan diskualifikasi. Begitupun kepada seluruh PJU, kalau mendapatkan titipan dari para peserta, maka peserta tersebut hatus didis, karena sudah melanggar sumpah tadi,” tegasnya lagi.

Berdasarkan data diperoleh dari Biro SDM Polda Bali, jumlah peserta seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) sebanyak 353 peserta (Polki 343 dan Polwan 10), seleksi Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) sebanyak 14 orang (Polki 12 dan Polwan 2) serta seleksi Sekolah dan Staf Pimpinan Menengah (Sespimmen) sebanyak 10 orang Polri.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Syamsi menambahkan, para peserta akan memulai tahapan tes, mendapat pengawasan ketat dari pengawas, baik internal dari Propam dan Itwasda, maupun eksternal dari LSM.

“Proses seleksi ini, baik untuk calon Perwira SIP maupun Sespimma dan Sespimmen, dilaksanakan dengan prinsip Betah yaitu bersih, transparan, akuntabel dan humanis,” singkat Syamsi. (rhm)

Rekomendasi