Antisipasi Virus Corona, Bandara Ngurah Rai Gunakan Alat Pendeteksi Suhu Tubuh

Minggu, 26 Januari 2020 : 21.46
Wagub Bali Cok Ace saat melihat bagaimana kerja alat pendeteksi tubuh untuk penumpang di Bandara Ngurah Rai, Bali
Badung - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mulai mempergunakan alat Body Thermal Scanner guna mendeteksi suhu tubuh penumpang sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) meninjau langsung penggunaan alat Body Thermal Scanner di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, pada Minggu (26/1/2020).

Alat pendeteksi suhu tubuh diperuntukkan bagi penumpang kedatangan internasional di Bandara dan Pelabuhan, sebagai langkah antisipasi kasus terjangkitnya virus corona yang telah merebak di beberapa negara, khususnya negeri Tiongkok.

Cok Ace melihat dari dekat pengaplikasian thermo scanner yang secara langsung mampu mendeteksi suhu tubuh penumpang yang baru turun di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Penumpang dengan suhu tubuh diatas 38 derajat celsius akan langsung terdeteksi oleh petugas dan akan langsung dibawa ke ruang pemeriksaan atau klinik bandara. "Jika ditemukan hal lebih serius akan langsung dibawa ke RS Sanglah untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Mantan Bupati Gianyar.

Dengan seksama, Cok Ace memperhatikan tampilan di layar thermo scanner, yang memantau semua penumpang atau wisatawan di kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Dengan pemantauan ini kata Cok Ace, sebagai langkah preventif. tidak ada penumpang sakit yang terlewat dari deteksi.

“Airport Ngurah Rai saya rasa sudah cukup profesional menangani masalah seperti ini, dengan mengoperasikan 2 alat thermal scanner. Kita harapkan petugas yang ada di thermal scanner ini tetap fokus, jangan sampai ada penumpang yang lewat dari deteksi,” tegas dia.

Pihaknya berpesan agar masyarakat serta media tidak mudah termakan isu yang belum pasti terkait merebaknya virus yang diketahui bersumber dari daerah Wuhan, China ini.

“Saya harapkan juga kita jangan mudah terpancing isu, apalagi menyebarkan kabar yang belum tentu kebenarannya," katanya mengingatkan.

Harus diingat, Bali adalah kawasan pariwisata yang sangat mudah terpengaruh oleh isu-isu sensitif seperti kesehatan. "Untuk itu saya mengajak semua pihak turut menjaga suasana kondusif,” pesannya. (rhm)

Rekomendasi