Akui Kualitas Alam Bali Menurun, Gubernur Perkuat Regulasi dan Kebijakan

Senin, 20 Januari 2020 : 10.28
Gubernur Bali I Wayan Koster (kanan) saat menerima kunjungan Pimpinan BNI Kantor Cabang Denpasar I Made Sukajaya/ist
Denpasar- Gubernur Bali Wayan Koster  mengakui kualitas tanah, air dan alam Bali ini belakangan terus mengalami penurunan sehingga pihaknya berkomitmen mengembalikan kualitas lingkungan dan alam Bali lewat berbagai kebijakan yang disahkan.

"Kualitas tanah, air dan alam Bali ini belakangan terus menurun. Indikasinya banyak biota yang mati. Kunang-kunang, kakul, belut, sudah susah ditemui sekarang. Untuk itu perlu diperbaiki agar sehat kembali alam Bali,"   terang Koster saat menerima audiensi jajaran pimpinan Bank Nasional Indonesia (BNI) Kantor Cabang Denpasar di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar pada Senin (20/1/2020).

Salah satu langkah yang dilakukan dengan terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik, yang secara tidak langsung berupaya mengurangi dampak bahan kimia terhadap tanah dan air.

"Selain menghasilkan bahan pangan yang sehat, Perda ini juga bertujuan untuk memperbaiki kembali lingkungan yang sudah bertahun-tahun dicemari bahan kimia," tegasnya lagi.

Diungkapkan, kesadaran akan lingkungan yang bersih dan sehat, akan diupayakan agar menjadi sebuah gaya hidup masyarakat di Bali.

Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan sistemnya, pembatasan sampah plastik, pengolahan sampah berbasis sumber, pertanian organik, dan seterusnya.

"Ini penting sebagai modal untuk menjaga ekosistem kita di Bali," tukas alumnus ITB Bandung itu.

Syukurnya, lanjut dia, penerimaan masyarakat di Bali sangat luar biasa. Hal itu dibuktikan dengan kian menggeliat respon di lapangan.

"Bahkan, negara-negara sahabat pun sangat memuji langkah ini," ucap Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Pemimpin BNI Kantor Cabang Denpasar (Wilayah Bali- Nusra) I Made Sukajaya memuji langkah luar biasa Koster dalam rangka menjaga alam Bali.

BNI pun mengaku siap membantu lebih jauh dengan berbagai program dan sinergi dengan Pemprov Bali.

"Kami komitmen membantu, khususnya di bidang pertanian organik yang menurut kami sangat potensial di Bali. Lewat KUR (Kredit usaha rakyat) misalnya, kami siap membantu menggenjot sektor produksi petani kita," demikian Sukajaya. (rhm)

Rekomendasi