Wagub Bali Apresiasi Perhatian Pemkab Banyuwangi Terhadap Umat Hindu

Minggu, 08 Desember 2019 : 17.57
Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (kiri) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas/ist
Banyuwangi - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyatakan apresiasi yang tinggi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap masyarakat Hindu di Bumi Blambangan itu.

Wagub Bali yang akrab disapa Cok Ace mengungkapkan, leluhurnya di Bali berasal dari daerah lereng Raung, Banyuwangi, Jawa Timur. Hal itu disampaikannya, saat menghadiri Pujawali Pura Giri Mulya Raung, di Dusun Sugihwaras, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Sabtu (7/12/2019).

Dalam sambrama wacana di hadapan para pengempon dan pemedek pura, Cok Ace menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan umat Hindu untuk melaksanakan upacara yadnya yang puncaknya bertepatan Hari Suci Saraswati.

Cok Ace sengaja mengikuti perayaan Saraswati di Banyuwangi karena kedua wilayah bertetangga ini masih memiliki hubungan historis. Mantan Bupati Gianyar ini menyebut, leluhurnya di Bali berasal dari daerah lereng Raung.

“Leluhur kami, Maha Resi Markandeya, sebelum ke Bali pada abad ke-9, bersama ratusan pengikut menetap di lembang Gunung Raung ini. Lalu, kemudian mendapat wahyu untuk menuju ke Bali dan mendirikan Pura Besakih,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Cok Ace menyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya atas kesediaan Bupati Banyuwangi hadir menyaksikan pelaksanaan upacara.

Ke depan, ia berharap jalinan silaturahmi serta toleransi antar umat beragama terus ditingkatkan sehingga tidak mudah dipecah belah oleh isu ataupun hoax yang dewasa ini banyak beredar dan dapat menyebabkan perpecahan.

"Ini merupakan kali pertama Bapak Bupati Banyuwangi turut hadir menyaksikan upacara. Suatu kehormatan bagi kami, ini merupakan apresiasi yang sangat luar biasa," ucap Ketua PHRI Bali itu.

Karenanya, Cok Ace berharap, ke depan, jalinan silaturahmi terus ditingkatkan. "Sikap toleransi terus kita jaga dan ciptakan kerukunan, sehingga kita akan hidup damai dan sejahtera berdampingan," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cok Ace juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi yang memberikan perhatian terhadap keberadaan umat Hindu di wilayahnya.

Perhatian tersebut antara lain diwujudkan dalam pembangunan akses jalan ke berbagai pura dan tempat persembayangan. “Saya yakin umat Hindu di sini memiliki loyalitas tinggi untuk membangun Banyuwangi menjadi lebih maju lagi,” ungkapnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa hadir di pura tersebut. Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan upaya menjaga kerukunan antar umat beragama seperti pertemuan rutin lintas tokoh agama.

Dalam forum itu dibahas berbagai persoalan untuk dicarikan penyelesaian bersama, sehingga berbagai persoalan berbau SARA dapat ditanggulangi sedini mungkin.

“Atas kerukunan umat beragama di Banyuwangi, Karen Amstrong menetapkan Banyuwangi menjadi Compassionate City, kota welas asih ke-40 di dunia,” terang Anas.

Kerukunan menjadi modal penting untuk membangun Banyuwangi. Persoalan kemiskinan, pengangguran, pembangunan dan pendidikan setahap demi setahap dapat diselesaikan.

“Angka kemiskinan Banyuwangi berhasil kita tekan hingga 7,8 persen, padahal sebelumnya selalu dua digit. Pendapatan per kapita pun naik hingga lebih dari Rp 48 juta per tahun. Ini semua tentu tidak terlepas dari peran bersama masyarakat Banyuwangi yang rukun,” ujarnya.

Serangkaian perayaan Saraswati, Anas juga berpesan kepada segenap umat Hindu Banyuwangi untuk bersama-sama membangun daerah.

“Hari raya Saraswati ini, adalah hari mulia saat ilmu pengetahuan diturunkan. Oleh karena itu, mari dengan spirit ini, baktikan segenap ilmu pengetahuan kita untuk membangun Banyuwangi,” tutup Anas. (rhm)

Rekomendasi