Tekan Impor, Sekda Dewa Minta Aparat Jangan Persulit Ekspor Pertanian

Jumat, 20 Desember 2019 : 08.23
Sekda Provinsi Bali Dewa Indra saat pelepasan Eksport Day Old Chicken (DOC), Produk Peternakan Pangan ke Timor Leste serta Beberapa Produk Peternakan Non Pangan Ke Beberapa Negara Bagian, di Wantilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Bali.
Denpasar - Aparat birokrasi diminta jangan mempersulit kegiatan ekspor produk pertanian jika semua persyaratan sudah terpenuhi karena saat ini pemerintah tengah menekan impor dan meningkat ekspor dalam mengurangi defisit neraca perdagangan.

Presiden Joko Widodo, menginstruksikan agar pemerintahan Pusat maupun Daerah berkonsentrasi untuk menekan impor dan meningkat ekspor sebagai upaya mengurangi defisit neraca perdagangan.

Karenanya, Pemerintah Provinsi Bali juga harus berupaya meningkakan ekspor sehingga kebijakan untuk memberikan petani fokus pada hasil panennya sejalan dengan pasar yang ada.

Pemerintah Provinsi Bali yang menjadi leading sektor dari kegiatan ekspor baik peternakan maupun pertanian atau perdagangan agar memfasilitasi setiap pengusaha Bali yang ingin melakukan ekspor.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat menghadiri acara Pelepasan Eksport Day Old Chicken (DOC), Produk Peternakan Pangan ke Timor Leste serta Beberapa Produk Peternakan Non Pangan Ke Beberapa Negara Bagian, di Wantilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Bali, Kamis (19/12).

Dinas terkait yang menjadi leading sektor baik itu dari dinas peternakan, perizinan dan karantina, mari jangan persulit ijin ekspor para petani, sebaliknya harus mempermudah mereka untuk melakukan ekspor asalkan sudah sesuai dengan prosedur, silahkan lanjutkan.

"Tolong jangan ada lagi budaya mempersulit, mari kita gencarkan ekspor produk petani kita,” tegas Dewa Indra dihadapan para eksportir Bali. Indra mengapresiasi kepada para eksportir yang telah bersedia untuk meningkatkan ekspornya.

Ia berharap disamping peningkatan kwantitas ekspor juga harus diselarasakan dengan peningkatan kualitas ekspor sehingga produk-produk yang datang dari Bali berkualitas baik dan hal tersebut nantinya akan menjadi nilai jual yang baik bagi keberlanjutkan ekspor di Bali.

Ia berharap akan semakin banyak muncul para pengusaha Bali yang berniat untuk memperluas pasarnya hingga keluar negeri dan diharapkan pula para eksportir tidak hanya berfokus pada satu negara melaikan memperluas jejaring dengan negara lainnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melaporkan bahwa realisasi dan rencana ekspor perdana produk peternakan berupa DOC dan produk pangan yang dilakukan tahun 2019 bernilai 355.972 USD.

Rincian; 1. Ekspro DOC ke Timor Leste senilai 13.398 USD; 2. Ekspor Ayam Utuh, Boneless dan Olahan Ayam senilai 342.573 USD.

Disamping ke Timor Leste, ia menjelaskan bahwa ekspor produk peternakan dari Bali berupa hatching Egg GP Boiler, GP Layer dan Heatchinh EGG PS Boiler ke Negara Myanmar senilai 2.279.615 USD .

Selain ekspor produk peternakan DOC dan Pangan, juga dilakukan ekspor produk peternakan nom pangan ke beberapa negara Eropa, Amerika, Amerika Latin, Australia dan Asia.

Ia berharap kedepan para eksportir akan memperlias jejaring ekspor sehingga produk-produk dari para petani akan terserap dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut Sekda Dewa Indra yang didampingi Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, melakukan pelepasan ekspor dengan memecahkan kendi dan menyerahkan sertifikat kesehatan produk kepada para eksportir. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi