Tabligh Akbar, NU Bangli Ingatkan Semeton Bali Harus Bersatu

Kamis, 19 Desember 2019 : 22.32
Ustaz Ali Wafa saat Tabligh Akbar digelar PCNU Kabupaten Bangli/ist
Bangli - Organisasi masyarakat (Ormas) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama NU Kabupatem Bangli mengingatkan pentingnya untuk tetap menjaga persatuan antara semeton Bali.

Hal itu terus disuarakan mengingat, isu terorisme mengancam Bali yang perlu direspon masyarakat agar tidak terprovokasi oleh ajakan teroris yang mengakibatkan memecah belah persatuan bangsa.

Ustadz Ali Wafa menyampaikan ajakan itu saat Tabligh Akbar yang digelar PCNU Kabupaten Bangli di Masjid Kota Bangli, Rabu 18 Desember 2019.

Diungkapkannya, dalam pembukaan UUD 1945, kemerdekaan bangsa Indonesia dikatakan atas ridho Allah Swt, maka kita sebagai bangsa harus menjaganya. Lebih-lebih kita yang hidup di Bali dengan agama yang berbeda-beda, kita harus ingat berbeda itu merupakan hal yang biasa.

Alumni Pondok Pesantren Sukerojo ini juga mengingatkan ummat islam harus terbuka kepada ummat lainnya agar tidak dipandang Eksklusif (tertutup).

"Yang tidak baik itu adalah Eksklusif, menutup diri dari orang lain. Orang Islam boleh bermuamalah dengan orang non Islam, tidak ada larangan," jelasnya.

Kyai muda asal Klungkung ini juga mengingatkan bangsa Indonesia ini ibarat satu tubuh yang jika satu bagian tubuh sakit maka yang lain juga ikut merasakan.

"Bangsa Indonesia ini ibarat satu tubuh, jika satu sakit atau tersakiti maka bagian yang lain merasakan, oleh sebab itu kita harus saling mengjaga," pungkasnya.

Konsep yang dibangun Nahdlatul Ulama dengan trilogi ukhuwah menegaskan posisi Islam dan Indonesia tidak bertentangan.

"Trilogi Ukuhuwah yang dikembangkan NU yaitu Ukhuwah Islamiyah (Persaudaraan antar ummat Islam), Ukhuwah Wathoniyah (Persaudaraan antar Bangsa), Ukhuwah Basariyah (Persaudaraan antar manusia) menegaskan bahwa semua kita di muka bumi ini bersaudara," demikian Wafa. (rhm)

Rekomendasi