Sidang Harijanto Karjadi di PN Denpasar, Jaksa Hadirkan Empat Saksi

Rabu, 04 Desember 2019 : 21.49
Denpasar - Empat orang saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan lanjutan kasus dugaan pemberian keterangan palsu dalam akta otentik dan penggelapan dengan terdakwa bos hotel Kuta Paradiso, Harijanto Karjadi di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (4/12/2019).

Sidang mengagendakan mendengarkan keterangan empat orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Empat saksi fakta yang dihadirkan, seorang diantaranya adalah pegawai CCB Indonesia bernama, Irwan.

Dalam kesaksiannya, Irwan mengaku saat ia menjabat sebagai Kepala Divisi Kredit Operasi di CCBI Indonesia, ia tidak pernah tahu adanya pengalihan saham PT. GWP yang menjadi jaminan peminjaman uang senilai dua juta dollar AS di CCB Indonesia kepada pihak lain.

"Berdasarkan akta nomor delapan, pengalihan saham harus ada persetujuan kreditur. Dan berdasarkan dokumen, saksi tidak pernah tahu adanya pengalihan saham PT. GWP kepada pihak lain," ujarnya dihadapan majelis hakim diketuai Soebandi.

Selain mengaku tidak mengetahui adanya pengalihan saham dari PT. GWP kepada pihak lain, Irwan juga mengaku mendengar adanya intimidasi terhadap pihak CCB Indonesia terkait pengalihan saham PT. GWP itu.

"Saya hanya mendengar adanya intimidasi," katanya saat dicecar kuasa hukum terdakwa. Sedangkan, kuasa hukum Tomy Winata, Januardi Haribowo Atmajaya Salim mengatakan, empat orang saksi fakta dihadirkan oleh JPU memberikan keterangan dengan baik.

Mereka semuanya "kompak" mengatakan bahwa, pihak CCB Indonesia tidak tahu adanya pengalihan saham PT. GWP. Memang, terdakwa memang tidak ada namanya dalam akta penjualan. Hanya saja, perlu diketahui, bahwa aktanya bukan hanya satu saja.

"Ada akta lain yang terdakwa memberi persetujuan. Artinya, terdakwa turut serta," imbuh Januardi (rhm)

Rekomendasi