Presiden Jokowi: Natal Momentum Indah Merajut Persaudaraan Sesama Anak Bangsa

Sabtu, 28 Desember 2019 : 07.42
Presiden Joko Widodo saat menghadiri perayaan Natal Nasional di Bogor/biro pers setpres
Bogor - Presiden Joko Widodo menegaskan Hari Natal menjadi momentum indah untuk merajut persaudaraan, persahaatan sesama anak bangsa. Kepala Negara menyampaikan hal itu, saat Perayaan Natal Nasional tahun 2019 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jumat, 27 Desember 2019.

Perayaan Natal Nasional tahun ini bertema "Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang". Ia merasakan suasana kerukunan, persahabatan, persaudaraan, dan cinta kasih sebagai saudara sebangsa dan setanah air.

Menurutnya, Natal adalah momentum yang sangat indah untuk merayakan persahabatan.

"Momen yang sangat berharga bagi kita semuanya untuk merajut persaudaraan, kerukunan antaranak bangsa, dan juga momen bagi kita bangsa Indonesia untuk mensyukuri indahnya keberagaman, indahnya kemajemukan yang menyatukan kita semuanya sebagai sebuah bangsa besar, bangsa Indonesia," kata Presiden.

Melalui pesan Natal bertema bertema "Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang", Kepala Negara, umat Kristiani diajak untuk bersama-sama merawat persaudaraan, kerukunan, harmoni kehidupan, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang merusak persahabatan dan persaudaraan di antara bangsa Indonesia.

Dia berpesan agar semua pihak tidak melakukan ujaran kebencian, menebar fitnah atau hoaks, hingga bersikap intoleran.

"Kita tidak ingin tali silaturahmi jembatan persahabatan, jembatan persaudaraan, yang telah terjalin dengan sangat baik antarsesama anak bangsa, yang telah terjalin sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu justru dirusak oleh provokasi-provokasi yang memecah kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air," ungkapnya.

Menurut Presiden, sebagai negara yang dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa keberagaman dan kemajemukan, baik itu suku, agama, dan bahasa daerah, bangsa Indonesia selalu belajar untuk hidup dalam kebersamaan sebagai saudara dan satu sahabat.

Sehingga nilai-nilai persaudaraan telah menjadi watak asli bangsa Indonesia dan bisa disebut sebagai DNA-nya bangsa Indonesia.

"DNA itu telah hidup ratusan tahun menjadi budaya dalam masyarakat kita. Ke mana pun kita pergi, ke seluruh penjuru Tanah Air, kita akan diterima seperti sahabat, seperti saudara. Inilah budaya kita Indonesia, inilah kepribadian kita bangsa Indonesia," imbuhnya.

Indonesia merupakan negeri Pancasila yang menjamin kebebasan beragama dan beribadah menurut agamanya masing-masing bagi para penduduknya. Untuk itu, Presiden mengajak semua pihak untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan di antara sesama anak bangsa.

Negara menjamin kebebasan beragama dan beribadah menurut agamanya masing-masing. Di negeri Pancasila ini, harus saling menghormati dan menghargai perbedaan dan keberagaman kita di antara sesama anak-anak bangsa dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Di negeri Pancasila kita harus bersatu untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tegasnya. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi