PPMKI Bali Rancang Pameran Mobil Klasik Internasional

Senin, 23 Desember 2019 : 07.09
Konferensi pers Bali Classic Motor Show 2019
Denpasar - Perhimpunan Pengemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Bali terus mematangkan persiapan untuk menggelar pameran mobil kuno atau klasik berskala internasional di masa mendatang.

Penasehat PPMKI Bali Jos Dharmawan menyatakan hal itu, disela persiapan Bali Classic Show 28 Desembr 2019-5 Januari 2020 yang akan digelar di Lotus Pend GWK Cultural Park.

"Pameran ini, sudah ketiga kalinya digelar, memang setiap tahun kami selenggarakan pameran mobil dan motor antik di Bali," ujar Jos di sela konferensi pers Bali Classic Show di Kebon Vintage Cars, Biaung, Denpasar Bali, Minggu (22/12/2019).

Diakuinya, pada pameran kali ini dibuat lebih besar karena nantinya akan mengarah pada kegiatan pameran tingkat dunia.

Apalagi, setelah pihaknya mendapat dukungan dari pengelola Garuda Wisnu Kencana (GWK) sehingga pameran kali ini sebagai bagian untuk mempersiapkan rencana pameran mobil klasik internasional itu.

Pada pameran kali ini, sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena, peserta tidak hanya dari Bali namun juga diundang para penggemar pengkolekasi mobil kuno dari luar Bali.

"Kami bikin agak besar, menghadirkan mobil-mobil kuno seperti dari Jakarta dan daerah lainnya," imbuh Jos yang memiliki koleksi ratusan mobil dan motor kuno itu.

Mobil-mobil yang dipamerkan diantaranya ada mobil khusus maupun mobil yang punya sejarah di kerajaan di Ubud maupun mobil peninggalan semasa jaman perang.

"Kami harapkan, pemeran tahun ini menjadi titik awal untuk mulai memikirkan pameran yang lebih besar dengan mengundang negara-negara sahabat," tegasnya.

Disebutkan, mobil-mobil kuno yang dipamerkan mulai tahun 1920 hingga tahun 1970 an berbagai jenis dan merek. Diantara mobil kuno itu, ada Dodge Brother dan mobil unik lainnya seperti mobil tunggangan keluarga Presiden Soekarno, yang dipakai Ibu Fatmawati tahun 1957.

Masyarakat penggemar mobil kuno akan bisa melihat dari dekat selama pameran mobil-mobil yang belum pernah atau jarang ditemukan di jalanan umum. Sebut saja, mobil chevrolet tahun 1948 koleksi dari Puri Ubud dan masih banyak lainnya.

Melalui pameran ini, pihaknya berharap agar komunitas penggemar mobil kuno bisa semakin bersemangat untuk menjaga, memelihara mobil-mobil klasik koleksi mereka karena itu juga menjadi salah identitas atau kebudayaan.

"Kami juga berharap teman-teman yang memiliki mobil kuno bisa berpartisipasi, tahun depan membuat pemeran yang lebih besar lagi," sambungnya.

Pada bagian lain, Jos menambahkan, kategori mobil kuno menurut PPMKI, yakni mobil yang berusia minus 40 tahun dari sekarang atau tahun berjalan.

Selain itu, biasnya, bisa ditandai dengan mobil yang memiliki bamper berbahan besi atau berplat besi sehingga bisa dibedakan dengan produk era 1990 yang sudah mulai berbahan fiber.

Pembina PPMKI Bali Jos Dharmawan
Joz juga menegaskan, memiliki atau memelihara mobil kuno, sejatinya relatif tidak ada kendala baik sisi harga maupun perawatan.

"Yang menjadi kendala itu, karena jarang dipakai, sehingga saat dipakai rem kemudian macet atau blong, jadi karena hal-hal sepele, jika sering dipakai dirawat maka relatif kondisi mobil akan baik," imbuhnya.

Pasalnya, teknologi yang dipakai mobil-mobil kuno relatif dan sangat mudah seperti memakai karburator, demikian juga dengan suku cadang masih bisa ditemukan Problemya, karena jarang dipakai sehingga jika rajin merawat atau memakai, maka akan normal-normal saja.

Tidak ada kendala. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi