Peringatan Hari Ibu, Peran Perempuan Bali Diharapkan Lebih Diberdayakan

Selasa, 17 Desember 2019 : 23.30
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Bali Cok Ace masing-masing didampingi istri saat peringatan Hari Ibu
Denpasar - Peran kaum ibu dalam perjuangan dan perjalanan bangsa ini sangat penting karena itu harus lebih diberdayakan secara optimal. Hanya saja, peran itu sempat terpinggirkan sehingga muncul isu gender tentang penguatan dan pemberdayaan kaum perempuan.

"Karenanya, gerakan peringatan hari Ibu sangat penting mengingat lima puluh dua persen penduduk Indonesia adalah perempuan. Bahkan di Bali persentasenya lebih dari itu," tukas Gubernur Bali Wayan Koster pada acara Peringatan Hari Ibu ke-91 Provinsi Bali tahun 2019 di Gedung Citta Kelangen, ISI Denpasar, Selasa (17/12/2019).

Gubernur Koster mengatakan peran ibu sangat menentukan dalam pembangunan bangsa Indonesia.

“Jadi ibu-ibu ini punya peran kuat, baik sebagai subjek maupun objek pembangunan. Selama ini lebih dominan sebagai objek pembangunan,” ujar Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini.

Pihaknya menyambut positif tampilnya para ibu sebagai subjek pembangunan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mendorong keikutsertaan para ibu dalam berkiprah menjalankan agenda pembangunan secara aktif.

Termasuk dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk mengembalikan tatanan Bali yang harmonis. Mantan anggota DPR RI ini mengatakan perlu ada terobosan mengingat selama ini perempuan Bali identik dengan ibu rumah tangga, mengurus dapur dan mengurus anak.

“Tapi sekarang era sudah maju, sesuai dengan paradigma yang ada sekarang, maka perempuan di Bali ini harus betul-betul diberdayakan secara optimal,” katanya.

Dalam pemberdayaan perempuan di Bali banyak program yang sudah dijalankan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Bali terkait dan organisasi kewanitaan lainnya.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan, peringatan 91 tahun perjuangan dan tonggak pergerakan kaum perempuan Indonesia ini menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa peran penting kaum Ibu tidak hanya di ranah domestik, namun juga di ranah publik.

“Tetapi ketika kita bisa eksis di ranah publik ranah domestik, jangan dilupakan di situ peran ibu bisa berbagi karena bagaimanapun benteng terakhir bangsa kita adalah di keluarga-keluarga kecil kita.

Bahkan sampai ke pelosok-pelosok di kampung-kampung. Ini harus diberdayakan,” kata istri Gubernur Bali yang akrab disapa Bunda Putri ini. Bunda Putri menggambarkan peran ayah dan ibu ibarat sayap yang harus selalu seimbang agar bisa terbang dengan optimal.

“Begitulah ibaratnya, berdayakan kaum perempuan, berdayakan ibu-ibu kita semaksimalnya. Seperti halnya bapak-bapak dan para ayah sehingga kita bisa menjaga merawat menumbuhkembangkan dengan baik tunas tunas bangsa kita, sehingga ke depannya kita punya pemimpin-pemimpin yang berkarakter berbudi pekerti luhur karena diberdayakan oleh kaum perempuan yang sudah sangat berdaya,” kata Putri yang dikenal seniman panggung ini.

Puncaknya diselenggarakan seminar bertemakan "Perempuan Berdaya Indonesia Maju" yang menghadirkan Keynote Speech Ketua TPP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster.

Tampak hadir Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Ny. Putri Hariyani Sukawati, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Ketua Gatriwara Provinsi Bali Ny. Ningsih Wiryatama, Ketua DWP Provinsi Bali Ny. Widyasmini Indra serta para undangan lainnya. (riz)

Rekomendasi