Peduli Pelestina dan Uighur, Warga Muslim Bali Doa Bersama

Kamis, 26 Desember 2019 : 07.13
Doa bersama umat Islam di Bali sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Palestina dan Uighur
Denpasar - Ratusan warga muslim di Bali berkumpul menggelar doa bersama dan aksi kepedulian terhadap kondisi umat Islam di Palestina dan muslim Uighur yang mengalami berbagai tindak penindasan.

Dalam acara bertajuk Doa untuk Negeri untukmu Palestina dan Uyghur Tercinta, menghadirkan Ustaz Haikal Hasan atau Babe Haikal, Ustaz jawas Sokan dan Ustaz Nur Asyur di Denpasar, Rabu (25/12/2019).

Berbagai tindak kekerasan, intimidasi hingga pembunuhan di Palestina dan Uighur, mengundang keprihatinan banyak pihak termasuk bagi warga muslim di Bali.

Ustadz Asyur menyampaikan doa bersama dan penggalangan dana digelar karena ikatan akidah antara umat muslim dengan warga muslim di Palestina serta Uighur China.

Alasan kedua sebagai ikatan kebangsaan, jika dilihat semangatnya Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Bahkan dalam pembukaan UUD 45, jelas disebutkan penjajahan di atas dunia harus di hapuskan.

Maka atas nama kebangsaan tersebut pihaknya perduli terhadap konflik yang terjadi di Palestina. Apalagi Palestina merupakan mitra lama yang mana Palestina merupakan negara muslim pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia kala itu.

Ketiga ikatan kemanusiaan, keperdulian atas hal-hal yang menyangkut prinsip manusia tidak membenarkan terhadap tindakan kekerasan, penyiksaan yang terjadi di negara Palestina dan etnis Uighur China serta deskriminasi terhadap warga muslim yang ada di belahan dunia lain.

"Jadi ini sebagai bentuk dukungan moril kepada sodara kita bukan hanya di Palestina dan Uighur, Dimanapun kami mengutuk keras aksi keji tersebut," ujarnya di sela acara.

Potret rakyat Palestina adalah perjuangan yang berkepanjangan. Dia meyakin, perjuangan mereka adalah peruangan keberanaran. Apa yang mereka bela adalah kebebaran. Bereka membela tanahnya sendiri.

"Ada pengusiran dan penjajahan di sana, kita haus membela mereka, itu didasari rasa memiliki apa yang ada di Palestina," tegas dia.

Konflik yang terjadi di Palestina merupakan Konflik yang terjadi sudah sekian lama. Mereka memperjuangkan hak sebagai seorang muslim maupun hak sebagai seorang warga negara yang secara sah memiliki tanah Palestina yang saat ini diklaim Israel.

Untuk itu, berdoa adalah senjata yang dimiliki oleh umat muslim. Jika ada rezeki yang kita bentuk donasi. Ketua panitia doa untuk negeri, Palestina dan Uighur Yusuf Santiaji menambahkan, selain doa bersama, kegiatan tersebut juga dilangsungkan penggalan dana kepada jamaah yang hadir.

Termasuk dengan cara lelang beberapa barang seperti lukisan kaligrafi, rompi serta shall mi ustadz Haikal. Disebutkan, dana yang terkumpul dal aksi penggalangan dana mencapai Rp. 70 juta. Selain itu, ada bantuan perhiasan, jam tangan.

Nantinya, semua donasi ini akan diserahkan ke Palestina dan Uighur melalui lembaga Baitul Maqdis di Jakarta. Tampak dalam aksi penggalangan dana itu, anak kecil menyumbang perhiasan berupa anting.

"Ini kegiatan kedua digelar di Bali. Hal ini menyangkut kegiatan keperdulian terhadap penderitaan saudara umat muslim yang ada dibeberapa negara," sambungnya.

kegiatan doa bersama ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polresta Denpasar. Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra menegaskan, pihaknya setidaknya melibatkan setidaknya 30 personil untuk mengamankan kegiatan positif ini.

Pihaknya selaku pelindung dan pengayom masyarakat memberikan kesempatan bagi siapapun masyarakat dan dari golongan manapun untuk melakukan aksi positif baik dia bersama, pennyampauan asprirasi selama sesuai dengan peraturan ada.

"Terimakasih atas kerja sama sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik, aman dan nyaman," tandasnya. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi