Marsda TNI Irawan Minta Kemampuan Menyelam Personel Basarnas Bali Ditingkatkan

Sabtu, 28 Desember 2019 : 18.57
Deputi Bidang Potensi Sarana dan Prasarana, dan Sistem Komunikasi SAR Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsda TNI Irawan Nurhadi (kiri) didampingi Kepala Kantor Basarnas Bali Hari Adi Purnomo memberikan arahan kepada jajaran Basarnas Bali/Basarnas Bali
Badung - Deputi Bidang Potensi Sarana dan Prasarana, dan Sistem Komunikasi SAR Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsda TNI Irawan Nurhadi meminta kemampuan menyelam personel Basarnas Bali lebih ditingkatkan

Hal itu disampaikan Irawan saat melakukan kunjungn kerja ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Sabtu (28/12/2019). Irawan menyoroti tentang sumber daya manusia dalam hal ini kemampuan para rescuer Kantor Basarnas Bali.

Melihat dari sebagian besar wilayah Bali yang didominasi perairan, maka harus betul-betul dilakukan pembinaan SDM dibidang water rescue termasuk kemampuan menyelam.

“Program pelatihannya harus disesuaikan dengan kondisi di Bali, jika perlu ada latihan selam di kedalaman 45 meter, dimana tingkat kesulitan dan peralatananya berbeda dengan penyelam biasanya” tutupnya,

Kunjungan kerja kali ini dalam rangka memastikan kesiapan Basarnas Bali untuk antisipasi jelang perayaan Tahun Baru 2020.

Pada kesempatan itu, Irawan memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai yang hadir di Gedung Serba Guna lantai 3 Kantor Basarnas Bali, Jalan Raya Uluwatu, Jimbaran.

“Selama Siaga SAR Khusus yang berlangsung hingga 8 Januari 2020 ini, personil harus menjaga fisik dan staminanya, untuk itu agar diatur secara proporsional jam siaganya,” ungkapnya.

Dia juga menekankan bahwa itu semua merupakan pesan dari Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Menurutnya jelang tahun baru akan banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang akan berkunjung ke Bali untuk berlibur.

"Siaga SAR Khusus untuk Hari Raya Natal sudah terlewati dan selanjutnya kita harus siap jelang perayaan tahun baru, Selain kewaspadaan pada transportasi udara dan laut, harus difokuskan pengawasan kepada wisatawan,” tuturnya.

Pengunjung yang berlibur lebih sering bermain pada wilayah perairan khususnya water sport di pantai-pantai terkenal di Bali dan itu akan dibarengi dengan timbulnya resiko bahaya.

“Tidak semua dari pelaku water sport tersebut bisa berenang, secara menyeluruh kita tidak bisa mengcover, untuk itu harus juga berkoordinasi dengan pemilik bisnis di daerah tersebut jadi penting agar jarak pantau bisa termonitor,” tegas Nurhadi.

Basarnas Bali selama Siaga SAR Khusus Natal dan Tahun Baru telah melakukan pemantauan secara mobile ataupun di posko gabungan serta beberapa daerah wisata seperti Pantai Kuta dan Pantai Pandawa.

Selain penempatan personil juga disiagakan Alut seperti Rigit Inflatable Boat (RIB) dan jet ski di beberapa titik rawan. Petugas yang melakukan siaga diwajibkan standby selama 24 jam penuh dan siap untuk dikerahkan jika sewatu-waktu dibutuhkan untuk melakukan pencarian dan pertolongan.

Pihaknya menghimbau agar Basarnas Bali melakukan sosialisasi emergency call 115 kepada masyarakat sehingga nantinya kejadian-kejadian darurat bisa cepat diterima oleh Basarnas dan respon timenya akan semakin cepat.

Basarnas telah melakukan SMS Blast tentang sosialisasi 115 di beberapa wilayah, termasuk di Bali menjadi prioritasnya.

Tentang sarana dan prasarana yang ada di Kantor Basarnas Bali ia mengharapkan agar penataan peralatan SAR dan perawatan Alut menjadi perhatian khusus dan dilaksanakan sesuai prosedur.

Alut yang siap digunakan adalah ujung tombak dari operasi Pencarian dan Pertolongan.

Saat ini Basarnas sedang berupaya melakukan peningkatan terhadap keberadaan Alut, diantaranya berupa penambahan RIB 11 meter sebayak 12 unit dan RIB 9 meter berjumlah 8 unit.

Nantinya penempatan Alut tersebut dilakukan berdasarkan skala prioritas.

Kepala Kantor Basarnas Bali Hari Adi Purnomo, berterimakasih atas kedatanganan dan arahan Marsda Nurhadi kepada jajarannya. Dalam acara kunjungn kerja tersebut ia sempat memaparkan secara garis besar kesiapan personil dan sarana serta prasarana yang ada di Bali.

Sehari sebelumnya Hari Adi secara langsung melakukan pemantauan melalui udara dengan menggunakan Heli BO 105. Dari pantauan udara daerah wisata perairan masih kondusif dan aman, begitu pula aktivitas penyebrangan antar pulau.

Selama Siaga SAR Khusus berlangsung Basarnas Bali telah memaksimalkan pengerahan Alut yang ada guna mendukung kenyamanan dan keamanan para wisatawan dan masyarakat Bali yang sedang berlibur.

Setelah usai memberikan pengarahan Irawan Nurhadi melihat dan mengecek beberapa Alut darat dan ruang siaga yang berada di Kantor Basarnas Bali. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi