Kota Denpasar Peringkat Kedua Nasional Indeks Desa Membangun

Minggu, 22 Desember 2019 : 15.48
Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, IB Alit Wiradana bersama Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat PMD Provinsi Bali Ir. I Nengah Suta Maryana, (kanana) pada acara Rakor TIK Denpasar Tahap kedua.
Denpasar - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) menetapkan Kota Denpasar sebagai peringkat kedua Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2019.

Prestasi berskala nasional kembali diraih Kota Denpasar di penghujung tahun 2019 ini.

Ibukota Provinsi Bali ini, meraih peringkat kedua Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2019 yang dikeluarkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PPMD) nomor 201 tahun 2019 tertanggal 31 Juli 2019.

Tenaga Ahli Program Inovasi Desa (TA PID) Provinsi Bali, Adi Permadi mengungkapkan hal itu, saat Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kota Denpasar Tahap kedua yang di Denpasar beberapa waktu lalu.

Kota Denpasar sukses menjadi runner up dari 434 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Kota Denpasar meraih nilai IDM 0,8408. Selain itu, dari 5.457 Kecamatan di Indonesia, IDM Kecamaatan Denpasar Selatan berada di peringkat 5 nasional dengan skor 0,9260.

IDM Kecamatan Denpasar Barat berada pada peringkat ke-12 dengan skor 0,8577, IDM Kecamatan Denpasar Timur nomor urut 19 dengan skor 0,8324 dan Kecamatan Denpasar Utara nomor urut 68 dengan skor 0,7967. Skor IDM tertinggi 0,9411 diraih Kecamatan Sungai Penuh di Jambi.

“Adapun dalam menentukan IDM tersebut ada tiga kriteria yang dinilai dalam IDM ini yakni Indeks Kesehatan Lingkungan (IKL), Indeks Kesehatan Sosial (IKS) dan Indeks Kesehatan Ekonomi,” jelasnya Minggu (22/12/2-19).

Ketua Tim Inovasi Kota Denpasar sekaligus Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarkat Desa (DPMD) Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, menjelaskan, BID di kota Denpasar sudah terlaksana 100% di empat kecamatan di Denpasar.

BID di Denpasar menghasilkan 103 komitmen bidang infratsruktur, 16 komitmen bidang SDM dan 27 komitmen kewirausahaan. Sedangkan inovasi desaku tercatat ada 26 Ide.

Wiradana menjelaskan dari 27 desa yang ada di Denpasar, 19 desa telah menyandang predikat desa Mandiri dan 8 predikat desa maju. Seluruh desa di Kecamatan Denpasar Selatan telah menjadi desa Mandiri.

Status Desa maju terdapat di Denpasar Timur sebanyak 3 desa, Denpasar Barat 1 desa dan di Denpasar Utara terdapat 4 Desa.

Ke depan Status desa maju ini akan ditingkatkan menjadi desa mandiri dengan menyusun perencanaan desa berbasis IDM melalui kerjasama kolaboratif pemerintah Desa, Kota, Provinsi dan Pusat.

“Kami berharap dengan prestasi ini dapat secara berkelanjutan untuk terus berinovasi dengan menyusun perancanaan desa berbasis IDM dan berorientasi bagi kemanfaatan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi