KKP Kembangkan Sentra Budidaya Udang Rumput Laut Berorientasi Ekspor

Selasa, 03 Desember 2019 : 05.58
Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke Sulawesi Selatan (Sulsel)/humas kkp
Takalar - Menteri Edhy Prabowo menegaskan, KKP akan membangun sentra-sentra budidaya berbasis kawasan dan komoditas unggulan, terutama untuk orientasi ekspor seperti udang, rumput laut, nila, dan patin.

Caranya dengan menerapkan integrated aquaculture business. Ia yakin akuakultur dapat memberikan kontribusi lebih besar lagi bagi devisa ekspor dan peningkatan PDB Indonesia.

Hal itu ditegaskan saat Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (1/12) diakhiri dengan peninjauan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar di Dusun Kawari, Desa Mappakalompo, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.

Tak hanya meninjau ikan-ikan perbenihan rekayasa BPBAP Takalar, dalam kunjungan tersebut Menteri Edhy juga melakukan panen udang dan penebaran 500.000 ekor benih udang windu, 100.000 ekor benih bandeng, dan 1.000 ekor benih kakap di laut belakang BPBAP.

Turut mendampingi Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zulficar Mochtar, Wakil Bupati Takalar Ahmad Dg. Se're, dan Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa.

Menteri Edhy mengapresiasi BPBAP Takalar atas berbagai inovasi perekayasaan yang berhasil mereka lakukan. Terlebih lagi inovasi-inovasi yang telah dapat diadopsi secara massal oleh masyarakat sehingga meningkatkan pendapatan di wilayah binaan.

Beberapa inovasi perekayasaan BPBAP Takalar berhasil diterapkan dalam budidaya udang, caulerpa atau anggur laut, bandeng, dan nila salin. Dia melihat potensi pengembangan budidaya kepiting, rajungan, kakap putih, kerapu, baronang, udang vaname, dan udang windu di Sulawesi Selatan luar biasa besar.

"Untuk itu, saya mengimbau BPBAP Takalar menunjukkan peran aktif dalam mengakselerasi pengembangannya, terutama dengan memfasilitasi akses pembudidaya terhadap benih berkualitas dan inovasi teknologi yang aplikatif," pinta Menteri Edhy.

Sementara itu, kepada stakeholder yang hadir Menteri Edhy menekankan bahwa KKP akan memastikan terciptanya iklim usaha akuakultur yang kondusif. Caranya dengan membangun strategi dan kerja sama yang baik antara pemerintah dengan stakeholder.

Tak terkecuali hari ini, kegiatan dialog interaktif dengan stakeholder perikanan yang terdiri dari pembenihan udang, pembudidaya udang Shrimp Club Indonesia (SCI), pembudidaya rumput laut, pembudidaya ikan, pembudidaya rajungan, petambak garam, pemilik kapal, nelayan, penggiat UMKM, dan Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) juga dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi yang ada.

Guna mengoptimalkan potensi ekonomi perikanan budidaya yang diperkirakan mencapai USD200 miliar, turut dihadirkan mitra KKP seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar, penyuluh, bahkan instansi pendidikan Politeknik Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Muslim Indonesia (UMI).

"Saya bertekad dalam 5 tahun mendatang ada perubahan signifikan kontribusi sektor budidaya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, serapan tenaga kerja, dan pendapatan masyarakat," sebutnya.

"Saya melihat ada harapan dan optimisme dari seluruh stakeholders di sini. Ini tentu menjadi semangat kami untuk memberikan yang terbaik bagi kemaslahatan para pelaku perikanan, khususnya para pembudidaya ikan," ucapnya. (rhm)

Rekomendasi