KKP: Bali Jadi Percontohan Gerai Marine Spa Pertama di Indonesia

Jumat, 20 Desember 2019 : 06.43
Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra hadir dalam launching gerai Marine Spa dan rumah produksi di TDC Nusa Dua/kkp
Badung - Provinsi Bali menjadi contoh Gerai Marine Spa pertama di Indonesia dan diharapkan dapat mendukung Pariwisata Bali yang berciri khas tradisi dan adat istiadat dan kesejahteraan kelompok,

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk membantu kelompok masyarakat dan nelayan dalam optimalisasi produk bio-farmakologi laut seperti garam dan rumput laut.

Komitmen in diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan pemerintah yang pertama di Indonesia kepada kelompok masyarakat dan nelayan dalam bentuk gerai marine spa kepada ibu-ibu istri nelayan anggota Kelompok Masyarakat Pengawas Kelautan dan Perikanan/ Koperasi Yasa Segara Bengiat di Nusa Dua Bali.

Selain itu, produksi sabun berbahan rumput laut kepada kelompok Noesa Berdaya, wirausaha muda dan ibu-ibu di Desa Toyopakeh, Pulau Nusa Penida Bali.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL), Aryo Hanggono menyampaikan hal itu pada Launching Gerai Marine Spa dan Rumah Prouksi di Komplek ITDC Nusa Dua, Badung, Bali (19/12/2019).

Sumber daya kelautan di Indonesia sangat melimpah, salah satunya garam dan rumput laut. Pemanfaatan garam dan rumput laut sebagai produk bio-farmakologi dapat memberikan manfaat ekonomis bagi nelayan.

Produk garam dapat dijadikan bahan spa tradisional dan sabun, selain untuk konsumsi. Garam diolah dari air laut oleh petambak tradisional. Sementara, sabun dibuat dari bahan-bahan alami salah satunya rumput laut.

"Provinsi Bali menjadi contoh Gerai Marine Spa pertama di Indonesia dan diharapkan dapat mendukung Pariwisata Bali yang berciri khas tradisi dan adat istiadat dan kesejahteraan kelompok, ungkapnya.

Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Suko Wardono menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya membantu nelayan dan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

"Pemerintah membantu nelayan dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dengan memanfaatkan potensi dan produk unggulan di desanya, salah satunya garam dan rumput laut," tandas Suko.

Bantuan kepada kelompok masyarakat agar dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahtraan kelompok masyarakat.

Kelompok penerima bantuan merupakan kelompok masyarakat yang telah dipilih dari hasil seleksi sesuai ketentuan Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Nomor 11 Tahun 2019 dan berkomitmen memanfaatkan bantuan dengan baik, tutup Suko.

Launching Gerai Marine Spa dan Rumah Prouksi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Hadir dan turut menyaksikan kegiatan perwakilan Sesditjen PRL, Direktorat Jasa Kelautan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Dinas Perikanan Kab. Badung, dan kelompok masyarakat. (rhm)

Rekomendasi