Ina H Krisnamurti : UMKM Indonesia Masih Lemah di Aspek Pemasaran

Senin, 16 Desember 2019 : 09.42
BEDO Annual Gathering 2019 di Badung Bali
Badung – Peran keterlibatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia sangatlah strategis dalam memperkuat perekonomian nasional. Namun, masih memiliki kelemahan dalam hal marketing maupun promosi ke luar negeri.

"Jadi di Indonesia ini UMKMnya masih memiliki kelemahan yang bersaing dalam hal pemasaran atau promosi sehingga perlu ada pemahaman teknologi digitalisasi dan pemahaman terhadap tekologi itu sendiri, sehingga UMKM bisa memanfaastkan Facebook, IG dan Twitter untuk dimanfaatkan UMKM dalam menjual produknya," ungkap Duta Besar Staf Ahli Bidang Diplomasi Ina H Krisnamurti di sela BEDO Annual Gathering 2019 belum lama ini di Jimbaran Badung

BEDO sendiri akan membuat suatu platform yang isinya nanti diharapkan bisa menjadi Hub informasi pelatihan, Business coaching ke para umkm.

Ditanya terkait potensi ekspor UMKM di Indonesia, Ina menanggapi sebetulnya potensi banyak tapi daya saingnya belum mencapai keinginan pasar global.

Untuk itu diperlukan pembinaan kapasitas dan kinerja yang mumpuni serta mempunyai nilai tambah sehingga mampu memiliki daya saing di era global.

Diketahui, Business & Export Development Organization (BEDO) merupakan suatu yayasan nonprofit bagi UMKM berkomitmen untuk memberikan edukasi tata kelola pengembangan yang komprehensif kepada sektor dunia usaha.

Meskipun Kemenlu tidak secara langsung bersentuhan dengan domestik, Ina menegaskan pihaknya akan selalu siap untuk menjadi fasilitator, dan coordinator fungsi-fungsi diplomasi ekonomi.

Sementara itu, Jeff Kristianto selaku Program Manager BEDO mengatakan sekarang anggotanya sudah sekitar 220 orang di Indonesia dan 90-an orang di Bali. Dan anggota Bedo sendiri sudah banyak yang melakukan ekspor.

"Kira-kira sudah 35 persen anggota di Indonesia yang sudah ekspor barangnya, sedangkan untuk yang di Bali sudah ada setengah dari 90 anggota yang sudah melakukan ekspor,” ungkap Jeff.

Dan produk yang diekspor itu kebanyakan seperti furniture, garmen, handicraft, makanan dan minuman. Sedangkan, Negara tujuan ekspor kebanyakan ke Rusia dan Eropa.

Chairperson BEDO Dwi Iskandar, menambahkan acara yang digelar selama 3 hari ini lebih meriah dari tahun sebelumnya karena UMKM yang diundangpun jauh lebih banyak daripada sebelumnya yaitu 90 UMKM dari seluruh Indonesia.

Dwico sapaannya ini juga bercerita sedikit terkait fashion show yang dihelatnya, karena ada pesan yang ingin ia sampaikan. “Yang fashion show tadi saya ingin menunjukkan kalau fashion itu untuk siapapun jadi tidak harus model yang memperagakannya,” ungkapnya. (mal)
Bagikan Artikel

Rekomendasi