Hilangkan Stigma Negatif, Jangan Diskriminatif Terhadap Anak Terinfeksi HIV

Rabu, 25 Desember 2019 : 06.24
Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengunjungi anak terinvesksi HIV di RSUD Wangaya, Denpasar
Denpasar - Semua pihak diminta merubah stigma negatif terhadap para penyandang HIV/AIDS dan memperlakukan mereka di tengah masyarakat tanpa diskriminasi.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster menyatakan hal itu, saat melakukan kunjungan dan memberi motivasi kepada sejumlah anak yang terinfeksi HIV, di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, Denpasar, Selasa (24/12/2019).

Putri berkesempatan berinteraksi langsung dan bertatap muka dengan anak-anak yang terinfeksi virus HIV sejak mereka lahir. Ia memotivasi anak- anak untuk menjaga pola hidup sehat dan rutin mengkonsumsi obat untuk dapat menekan perkembangan virus tersebut.

Pihaknya mengajak semua pihak untuk merubah stigma negatif terhadap para penyandang HIV/AIDS dan memperlakukan mereka di tengah masyarakat tanpa diskriminasi. Penderita HIV bukanlah monster yang harus ditakuti dan jauhi. Perlakukan mereka dengan baik, tanpa diskriminasi.

"Yang harus kita jauhi dan hindari adalah faktor penyebabnya, bukan penderitanya. Mari kita hilangkan stigma negatif terhadap penderita HIV," katanya.

Dia meminta agar sosialisasi terkait penyebab serta pencegahan penyakit HIV/AIDS di tengah masyarakat terus dilakukan, sehingga tidak ada persepsi keliru terkait penyakit tersebut.

Masyarakat perlu diberikan pemahaman terkait faktor resiko penyebab penularan HIV/AIDS seperti melalui jarum suntik sert hubungan seksual dengan banyak pasangan dan lain sebaginya.

Dengan sosialisasi yang tepat di tengah masyarakat, diharapkan jumlah penderita HIV dapat ditekan dan para penderita HIV bisa mendapatkan perlakuan yang sama di tengah masyarakat tanpa diskriminasi.

"Begitupula anak-anak ini, jangan sampai pihak sekolah melakukan diskriminasi pada mereka hanya karena mereka terinfeksi virus HIV. Sekali lagi yang kita harus hindari adalah faktor penyebabnya, bukan penderitanya. Anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk bersekolah seperti halnya anak-anak lainnya," tuturnya. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi