Hadapi Persaingan Global, KPPU Advokasi Industri Pos Nasional

Senin, 02 Desember 2019 : 16.50
FGD Penyusunan Startegic Development Plan Menuju Imdustri Pos 4.0 di Indonesia yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika di Hotel JW Marriot, Surabaya/ist
Surabaya - Dalam menghadapi persaingan global para pemangku kepentingan di industri Pos Nasional harus mempersiapkan diri dengan baik terutama dalam mencegah terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, regulasi yang menjamin kepastian berusaha serta membangun kemitraan yang sehat.

Dalam perspektif KPPU terdapat setidaknya tiga 3 hal yang harus dipersiapkan para pemangku kepentingan di Industri Pos Nasional.

"Pertama potensi terjadinya praktek monopoli persaingan usaha tidak sehat, kedua regulasi yang menjamin kepastian berusaha yang sehat dan ketiga pentingnya membangun kemitraan yang sehat," tegas Kepala Kantor Wilayah IV KPPU (Kanwil IV KPPU) Dendy R. Sutrisno.

Dendy menyampaikan hal itu dalam FGD Penyusunan Strategic Development Plan Menuju Industri Pos 4.0 di Indonesia yang diselenggarakan Kemeterian Komunikasi dan Informatika di Hotel JW Marriot. Surabaya. Jum'at, 29 November 2019.

Kegiatan dihadiri para pemangku kepentingan industri pos di Surabaya yang dipandu Heri Nugraha selaku Konsultan, Dendy menekankan pentingnya melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi persaingan global.

Kata Dendy, daya saing industri pos harus segera ditingkatkan, salah satunya dengan menerapkan nilai-nilai persaingan usaha yang sehat dalam kultur bisnis industri pos, termasuk mendorong regulasi yang dapat memberikan kepastian berusaha yang fair.

"Khusus untuk usaha mikro kecil, mekanisme kemitraan dapat menjadi alternatif membangun industri pos yang berkeadilan," jelas Dendy. (rhm)

Rekomendasi