Gubernur Koster Ungkap Kebudayaan Bali Dimulai dari Aksara

Sabtu, 14 Desember 2019 : 07.11
Gubernur Bali I Wayan Koster saat menerima para penglingsir puri tergabung Paiketan Puri Puri Sejebag Bali/ist
Denpasar - Gubernur Bali I Wayan Koster mengungkapkan kebudayaan Bali sebagai warisan leluhur yang eksistensinya terjaga dengan baik hingga sekarang sejatinya dibangun dari aksara.

Koster menyampaikan hal itu saat menerima audiensi sejumlah Penglingsir Puri tergabung dalam Paiketan Puri Puri Sejebag Bali (P3SB) di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (13/12/2019).

Pihaknua sangat mengapresiasi keberadaan P3SB. Menurutnya, puri dalam sejarahnya merupakan bagian dari eksistensi kebudayaandi Bali. Era modern ini, masyarakat Bali termasuk para Penglingsir Puri harus bersatu bersama-sama dalam melaksanakan pembangunan di Bali.

Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini mengatakan sudah mendalami permasalahan yang ada di Bali dan menuangkannya dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Karena leluhur kita di jaman dulu, ini yang dipakai model membangun Bali,” kata politisi asal Desa Sembiran, Tejakula Buleleng ini.

Itu sebabnya, pihaknya memulai dengan menghidupkan kembali aksara Bali. Menurutnya, kebudayaan Bali dimulai dari aksara. “Kalau tidak ada aksara tidak ada kata, tidak ada kalimat tidak ada untaian cerita,” terangnya.

Berbeda dengan daerah lain yang mengandalkan kekayaan alam, menurut Gubernur Koster kebudayaan adalah potensi yang dimiliki Bali. Terkait Festival Keraton tahun 2020 mantan anggota DPR RI ini mengatakan pemerintah daerah akan mendukung agar pelaksanaan berjalan baik.

Para Penglingsir Puri hadir di antaranya, Penglingsir Puri Klungkung, Puri Pemecutan, Puri Tabanan, Puri Ubud, Puri Peliatan, Puri Bangli, Puri Buleleng, Puri Karangasem, Puri Jro Kuta, Puri Buleleng dan Puri Negara.

Ada dua hal utama disampaikan, pertama terkait komitmen penglingsir Puri untuk bersatu dalam menjaga adat dan budaya Bali. Oleh karena itu para penglingsir puri mendukung perwujudan visi Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Apa yang perlu kita lakukan untuk mewujudkan visi ini karena kami senang sekali kalau Bali ini bisa bersih secara sekala maupun niskala,” kata Ketua Paiketan Puri Puri Sejebag Bali (P3SB) Ida Dalem Semara Putra.

P3SB juga sudah melakukan komunikasi dengan PHDI untuk membantu mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Kedua, P3SB menyampaikan rencana Bali sebagai tuan rumah Festival Keraton Nusantara yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober tahun 2020 mendatang.

Ida Dalem Semara Putra berharap kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan sukses. Hal ini bisa terwujud apabila puri-puri di Bali yang sudah menghimpun diri bersinergi dengan pemerintah daerah, terutama Pemerintah Provinsi Bali.

“Kami berharap bisa ber-partner dengan pemerintah daerah dalam menjaga adat dan budaya, salah satunya melalui pelaksanaan festival keraton ini,” kata Penglingsir Puri Agung Klungkung ini. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi