Gubernur Koster: Tidak Hanya Bali, Daerah Lain Miliki Kekayaan Budaya

Kamis, 19 Desember 2019 : 23.16
Gubernur Bali I Wayan Koster saat membuka Rakornas Bidang Kebudayaan digelar Kemendikti di Nusa Dua, Badung/ist
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bukan hanya di Bali, sesungguhnya semua daerah di Indonesia memiliki kekayaan budaya. Hanya saja, lanjut Koster, sebagian daerah sudah meninggalkan dan tidak menjadikan budaya sebagai strategi pembangunan daerahnya.

"Selain menjadi aset bangsa yang harus dipelihara dengan baik, kebudayaan juga memiliki beberapa dimensi yang penting, seperti menjadi sumber nilai kehidupan, sumber inspirasi karya seni dan bagian dari pengembangan perekonomian," tuturnya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebudayaan dengan Tema “Maju Budaya Indonesia Bahagia” di Nusa Dua, Badung, Kamis (19/12/2019).

Mantan anggota DPR RI yang ikut membidani lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan ini mengatakan budaya bisa menjadi nilai-nilai sumber kehidupan.

Menurutnya kebudayaan bisa membangun integritas moral dan membangun karakter masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai budaya. “Ini penting menurut saya. Dan ini pasti akan menjadi fenomena ke depan. Salah satu fundamental kita adalah membangun karakter bangsa,” katanya.

Koster menambahkan budaya juga memiliki dimensi sebagai karya seni atau produk seni sebagai bentuk ekspresi budaya. “Di Bali kaya, sangat kaya dengan tari-tarian, musik, tradisi dan modern,” ujar Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini.

Ia melanjutkan, dimensi ketiga, budaya sebagai basis untuk mengembangkan perekonomian. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah tidak lagi melihat Indonesia dari sumber daya alam yang jika dikeruk terus menerus lama-kelamaan akan habis.

Budaya adalah salah satu basis ekonomi biru karena bisa menghasilkan ekonomi yang bernilai tinggi, ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Jadi masa depan Indonesia dalam jangka panjang menurut saya ditentukan oleh ekonomi yang berbasis pada budaya,” ujarnya.

Koster mengatakan dimensi-dimensi ini sudah dipraktekkan di Bali melalui berbagai kebijakan yang berorientasi budaya seperti pelestarian bahasa dan aksara Bali, penggunaan busana adat Bali dan membuat wahana seni.

“Saya juga sedang mendesain industri kreatif berbasis budaya branding Bali,” jelasnya.

Rakornas kebudayaan diinisiasi Ditjen Kebudayaan Kemendikbud bertujuan menyamakan visi dan misi dalam membangun Indonesia melalui kebudayaan. Tujuan yang ingin dicapai yakni, program nasional kebudayaan bisa masuk APBD dan pemanfaatan dana desa untuk pemajuan kebudayaan.

Tampak hadir Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida, beberapa kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah se-Indonesia. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi